Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM – Gunung Marapi merupakan salah satu Gunung Api di Indonesia yang tergolong masih aktif.
Gunung Marapi memiliki ketinggian kurang lebih sekitar 2.892 Mdpl atau sekitar 9.488 ft.
Selain cukup tinggi, status Gunung Marapi juga masih aktif.
Meski demikian, tetap banyak pendaki yang berambisi menaklukkan puncaknya.
Gunung Marapi secara administratif berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar.
Namun jika secara geografis, lokasi Gunung Marapi terletak di antara wilayah Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam dan Kotamadya Padang Panjang, Sumatera Barat.
Tipikal #
Gunung Marapi adalah tipe gunung api Strato Vulkanik, yang artinya tubuh gunung api ini dibangun oleh akumulasi perulangan hasil letusan yang terjadi.
Gunung ini memiliki puncak dengan kawah yang saling tumpang tindih. Namanya Kaldera Bancah dengan lebar 1,4 kilometer.
Baca: Gunung Dukono 1.335 Mdpl
Baca: Gunung Dempo 3.178 Mdpl
Karakteristik Letusan #
Karakter letusan Gunung Marapi berupa letusan eksplosif dan efusif dengan masa istirahat rata-rata 4 tahun.
Aktivitas Gunung Marapi tidak selalu terjadi pada kawah yang sama, tetapi bergerak membentuk garis lurus dengan arah timur ke barat daya antara Kawah Tuo hingga Kawah Bongsu.
Tercatat bahwa sejak awal tahun 1987 sampai sekarang letusan Gunung Marapi bersifat eksplosif dan sumber letusannya hanya berpusat di Kawah Verbeek.
Letusan Gunung Marapi biasanya disertai suara gemuruh, abu, pasir, lapili dan kadang-kadang juga diikuti oleh lontaran material pijar dan bom vulkanik.
Sejarah Letusan #
Menurut catatan Smithsonian Institution National Museum of Natural History Global Volcanism Program, Gunung Marapi telah meletus sebanyak 66 kali.
Erupsi pertama diperkirakan terjadi pada 1770. Hanya saja, tanggal kejadiannya tidak terpublikasi.
Rata-rata frekuensi erupsi Gunung Marapi berlangsung pendek, yaitu kurang dari 5 tahun sekali. Inilah yang menjadikan gunung ini sangat aktif. Terlebih, waktu kejadian erupsinya pun tidak bisa diprediksi.
Pada 3 Desember 2023, Gunung Marapi meletus lagi. Padahal, erupsi terakhir juga terjadi pada tahun yang sama. Hal ini membuktikan bahwa waktu Gunung Marapi meletus tidak bisa diperkirakan.
Sebelum meletus pada awal Januari 2023, Gunung Marapi mengalami aktivitas vulkanik pada rentang 27 April hingga 2 Mei 2018. Pada 2 Mei 2018, menurut catatan Volcanic Explosivity Index (VEI), letusannya berada di skor 2.
Menurut situs web National Park Service (NPS), VEI merupakan skala yang mendeskripsikan ukuran dari ledakan erupsi gunung api. Penetapannya didasarkan pada magnitudo dan intensitas erupsi.
Skala VEI memiliki rentang 0 sampai 8. Setiap kenaikan intervalnya mewakili peningkatan 10 kali lipat ukuran erupsi.
(Tribunnewswiki.com/Mikael Dafit)
| Alamat |
|---|
Sumber :
1. id.wikipedia.org
2. regional.kompas.com
3. tirto.id