TRIBUNNEWSWIKI.COM - Simak inilah profil Abdul Mu'ti yang kini menjadi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) pilihan Presiden Prabowo gantikan posisi Nadiem Makarim.
Nama Abdul Mu'ti langsung menjadi perbincangan usai Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah ini menggantikan tempat Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan.
Tak kaleng-kaleng, Abdul Mu'ti memiliki sederet prestasi dan rekam jejak pendidikan yang mentereng.
Yang mana latar belakang Abdul Mu'ti ini erat kaitannya dengan dunia pendidikan.
Lantas siapa Abdul Mu'ti ?
Berikut Tribunnewswiki rangkum terkait profil Abdul Mu'ti yang kini menjabat sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah gantikan Nadiem Makarim:
Prof. Dr. Abdul Mu'ti M.Ed. kini menjabat sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menangah (Mendikdasmen) di Kabinet Merah Putih dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Prof. Dr. Abdul Mu'ti M.Ed. adalah pria kelahiran Kudus, Jawa Tengah pada 2 September 1968.
Abdul Mu'ti dikenal sebagai akademisi.
Abdul Mu'ti berperan dalam berbagai lembaga internasional.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah pilihan Prabowo Subianto ini mencerminkan dedikasinya dalam pendidikan dan pengembangan masyarakat melalui perannya sebagai Sekretaris Umum Muhammadiyah.
Kader Muhammadiyah ini merupakan tokoh penting dalam dunia pendidikan dan organisasi Islam di Indonesia.
Baca: Sosok Kolonel Inf Wahyo Yuniartoto, Ajudan Prabowo Ternyata Senior Mayor Teddy, Punya Julukan Khusus
Prof. Dr. Abdul Mu'ti M.Ed. adalah tokoh penting dalam Muhammadiyah.
Pria Kudus ini dikenal sebagai seorang pendidik.
Abdul Mu'ti menjabat sebagai guru besar di Program Studi Pendidikan Agama Islam di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta saat ini.
Abdul Mu'ti pun memberikan pengajaran tentang pentingnya nilai-nilai pendidikan Islam yang moderat dan inklusif.
Abdul Mu'ti berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan pengalaman akademis yang luas.
Nama Abdul Mu'ti dikenal sebagai Sekretaris Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2022-2027.
Abdul Mu'ti mengawali pendidikannya di Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang dan meraih gelar sarjana pada tahun 1991.
Pendidikan Abdul Mu'ti masih belanjut hingga dirinya mengenyam studi pascasarjana di University Flinders, Australia Selatan.
Pria kelahiran 1968 ini suksesmendapatkan gelar S2 di tahun 1996.
Gelar doktoral Abdul Mu'ti diraih saat dirinya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Abdul Mu'ti diketahui sudah aktif di organisasi Muhammadiyah sejak 1994.
Tak sampai di situ saja, Abdul Mu'ti pun pernah menduduki berbagai posisi strategis.
Mulai dari posis Sekretaris PWM Jawa Tengah (2000-2002), Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah (2002-2006), hingga Sekretaris Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah (2005-2010).
Pengalaman ini memperkuat kapabilitasnya dalam memimpin sektor pendidikan di Indonesia.
Selain itu, Abdul Mu'ti juga terlibat di berbagai organisasi nasional dan internasional.
Kader Muhammadiyah satu ini juga pernah menduduki posisi sebagai Wakil Sekretaris Agama Kontra Terorisme dan Sekretaris Dewan Nasional Intelektual Muslim Indonesia.
Bahkan nama Abdul Mu'ti juga dikenal dalam lingkup internasional sebagai salah satu advisor di British Council London sejak 2006.
Nama Abdul Mu'ti juga dikukuhkan menjadi Guru Besar Bidang Pendidikan Agama Islam di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Hal ini menjadi tanda kontribusinya yang signifikan dalam dunia akademik pada 2020 lalu.
Tambahan lagi, Abdul Mu'ti juga aktif menulis buku dan artikel di berbagai media massa, memperkaya diskursus pendidikan di Indonesia.
Sebagai Mendikdasmen, Abdul Mu'ti diharapkan dapat membawa perbaikan dalam sektor pendidikan, baik dari segi akses, kualitas guru, maupun pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Berikut adalah rekam jejak pendidikan Abdul Mu'ti yang kini menjabat sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah di Kabinet Merah Putih era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto:
Abdul Mu'ti memulai pendidikan formalnya di Madrasah Ibtidaiyah Manafiul Ulum, Kudus, di mana ia menempuh pendidikan dasar hingga tamat pada tahun 1980.
Selanjutnya, ia melanjutkan studi ke Madrasah Tsanawiyah Negeri Kudus dan berhasil menyelesaikan pendidikannya pada tahun 1983.
Kemudian, Abdul Mu'ti menamatkan pendidikan menengah atas di Madrasah Aliyah Negeri Purwodadi Filial Kudus pada tahun 1986.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Abdul Mu'ti melanjutkan studi ke Fakultas Tarbiyah di IAIN Walisongo, Semarang.
Ia meraih gelar Sarjana Pendidikan pada tahun 1991 dengan fokus pada pendidikan agama.
Untuk mengembangkan pengetahuannya lebih lanjut, ia melanjutkan studi ke luar negeri, tepatnya di Flinders University of South Australia, Adelaide, pada tahun 1997, di mana ia mempelajari pendidikan dan pengembangan profesional.
Selain itu, Abdul Mu'ti juga mengikuti program Short Course on Governance and Shariah di University of Birmingham, Inggris, pada tahun 2005.
Pada tahun 2008, ia menyelesaikan pendidikan pascasarjananya di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, di mana ia menggali lebih dalam tentang pendidikan agama dan kebijakan publik.
Sebagai pengakuan atas kontribusinya di bidang pendidikan, pada 2 September 2020, Abdul Mu'ti dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-1050 di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Pengukuhan ini menandai puncak dari perjalanan pendidikannya yang telah dibangun melalui dedikasi dan komitmen dalam dunia pendidikan dan pengembangan masyarakat.
Abdul Mu'ti dikenal sebagai sosok yang tidak hanya berfokus pada aspek akademis, tetapi juga berkontribusi secara aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, memperlihatkan integrasi antara pendidikan dan praktik dalam masyarakat.
Baca: Profil Tito Karnavian, Menteri Jokowi yang Masuk ke Kabinet Prabowo dan Adhi Makayasa Akpol 1987
Pendidikan:
Madrasah Ibtidaiyah Manafiul Ulum, Kudus (1980)
Madrasah Tsanawiyah Negeri Kudus (1983)
Madrasah Aliyah Negeri Purwodadi Filial Kudus (1986).
Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang
School of Education, Flinders University, Adelaide, Australia
Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
- Penghargaan: Penerima Australian Alumni Award (2008)
- Bidang Keahlian: Tafsir, Hadis, Fikih
- Status: Dosen di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta
Menteri Dikdasmen Abdul Mu'ti Bicara soal Nasib Ujian Nasional
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengaku akan fokus mendengar dan menyerap masukan dari berbagai pihak selama satu bulan pertama bertugas di Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Mu’ti, masukan-masukan itu akan jadi bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan menengah.
Termasuk dalam hal menentukan nasib ujian nasional (UN) untuk siswa sekolah dasar dan menengah.
“Saya belum ada belum ada pembahasan tentang ujian Nasional. Sekali lagi, saya masih akan banyak mendengar dalam waktu-waktu satu bulan ini sebelum mengambil keputusan yang strategis yang berkaitan dengan pendidikan nasional, khususnya pendidikan dasar dan menengah,” ujar Mu’ti kepada wartawan di Istana Negara, Senin (21/10/2024).
Mu'ti berpandangan bahwa dirinya memerlukan banyak masukan untuk bisa melihat secara luas persoalan dan tantangan dalam menyelenggarakan layanan pendidikan dasar dan menengah.
Dengan begitu, dia bersama pemangku kebijakan dan kepentingan lainnya bisa bersama-sama melakukan kajian demi bisa menyelesaikan persoalan yang ada serta meningkatkan kualitas serta mutu pendidikan di Indonesia
“Bagaimana kita melihat persoalan pendidikan secara seksama melalui berbagai kajian. Ada banyak penelitian tentang pendidikan dan juga tentu saja masukan-masukan dari masyarakat yang bergerak dalam bidang pendidikan,” kata Mu'ti.
Abdul Mu'ti juga mengklaim mendapatkan pesan khusus dari Presiden Prabowo Subianto untuk bisa meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan menengah.
Sebab, kualitas layanan pendidikan di tingkat dasar dan menengah, akan menentukan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Indonesia pada masa depan.
“Ini saya kira sebuah kepercayaan sebuah amanah yang sangat besar, karena kualitas bangsa kita di masa depan ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Dan kualitas sumber daya manusia itu diantara yang sangat menentukan adalah kualitas layanan pendidikan,” pungkas Abdul Mu'ti.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kompas/Kaa)
Baca berita terkait di sini