Saat Novi sedang diobati, K pun langsung menyerang korban.
Dia mengaku tidak sendiri saat melakukan penganiayaan, melainkan ada sekitar empat orang yang ikut serta.
"Ada beberapa anak di situ, saya tidak kenal, tapi ramai sekali," jelasnya.
Tidak hanya menganiaya, K kemudian mencongkel mata korban dengan jarinya.
"Terakhir saya menggunakan jari. Kalau dilihat dari video yang beredar, memang parah," aku K.
Ia juga mengira bahwa korban mungkin tidak akan bisa melihat lagi.
"Saya rasa dia bisa buta," ujarnya.
Kini, K mengaku siap bertanggung jawab atas tindakannya jika ia mampu melakukannya.
"Kalau saya mampu, saya akan bertanggung jawab," katanya.
Menyerahkan Diri ke Polisi
Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro, mengonfirmasi bahwa K menyerahkan diri ke polisi dengan diantar keluarganya.
"Dia diantar langsung oleh orang tuanya," ujarnya.
Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Teguh Kumara, menjelaskan bahwa tindakan brutal K disebabkan oleh keinginan untuk membela istrinya, Novi, yang lebih dulu dipukul oleh korban.
"Tindakan pencongkelan mata ini sedang kami dalami lebih lanjut," katanya.
Polisi masih menunggu hasil visum dari dokter untuk memastikan apakah benar korban mengalami pencongkelan mata.
"Kami masih menunggu hasil visum dan mengumpulkan keterangan saksi untuk mengetahui motif sebenarnya di balik penganiayaan ini," jelas AKP Auilia Robby, Kapolsek setempat.
Korban saat ini masih menjalani perawatan medis dan kondisinya stabil.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)