Warga setempat juga mencurigainya terlibat dalam beberapa aksi pencurian.
Setelah penangkapan, ratusan warga berkumpul di Mapolres Padang Pariaman, menuntut agar tersangka ditunjukkan kepada mereka.
Korban yang Berprestasi
Nia Kurnia Sari, seorang alumnus SMA INS Kayu Tanam, dikenal sebagai murid yang berprestasi dalam bidang akademik dan non-akademik.
Korban juga sempat mengikuti kelas silat, yang diyakini digunakan untuk melawan pelaku sebelum akhirnya tewas.
Kakek korban, Nazarudin, meyakini bahwa cucunya sempat melawan berdasarkan jejak yang ditemukan di lokasi tempat jualannya.
”Kemungkinan Nia kena (sergap) dalam perjalanan pulang. Lokasi jalan itu memang sepi,” ujarnya, dikutip dari Kompas.id.
Guru fisika sekaligus wali kelas Nia, Reni Fatma Yunita, menggambarkan Nia sebagai murid yang cerdas, gigih, dan berprestasi, serta menyabet beberapa medali dalam kompetisi silat.
”Dia sangat gigih. Kalau (pelajaran) tidak dapat, ia selalu berusaha sampai selesai,” ucapnya.
Kepergian Nia membuat guru-gurunya merasa sangat kehilangan.
”Saya sangat terkejut Nia mengalami hal ini. Dia anak yang sangat baik, elok, tidak pernah mengeluh, sangat optimistis," ungkapnya.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)