Tersangka ditangkap oleh tim gabungan Polres Padang Pariaman dan Polda Sumbar di permukiman warga di Korong Padang Kabau, Nagari Kayu Tanam, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam.
"Setelah memeriksa foto, data, dan fakta, kami memastikan bahwa yang kami amankan adalah IS," ujar Kapolres di halaman Mapolres Padang Pariaman, Kamis sore.
Jago pencak silat
Inilah kehebatan Nia Kurnia Sari, gadis penjual gorengan yang tewas dibunuh di Padang Pariaman.
Nia Kurnia Sari ternyata pernah meraih juara 1 silat tingkat Provinsi.
Bahkan, Nia sudah sabuk cokelat dan melatih silat di sekolah-sekolah.
Berbagai profesi juga sudah digeluti Nia Kurnia Sari sejak masih duduk di bangku sekolah.
Selain jualan gorengan, Nia pernah menjadi sopir ojek, hingga kuli panggul.
Tak hanya untuk menabung kuliah, uang itu bahkan Nia gunakan untuk memperbaiki rumahnya yang rusak.
Nia terpaksa menjadi tulang punggung keluarga sejak kecil karena orangtuanya kesulitan ekonomi.
Wali Kelas Nia, Reni Fatma Yunita menceritakan kalau gadis penjual gorengan itu adalah siswa yang berprestasi di sekolahnya.
Rupanya Nia Kurnia Sari sempat juara saat duduk di bangku kelas X SMA.
"Lalu kelas XI, XII itu tidak pernah rank-nya keluar dari 1-6," kata Reni dikutip dari tvOneNews, Jumat (13/9/2024).
Tak hanya berprestasi di bidang akademik, Nia juga ternyata seorang atlet.
"Anak ini juga memang atlet provinsi, pernah juara 1 silat," ungkap Reni lagi.
Reni Fatma Yunita mengenang perjuangan Nia berjualan gorengan sejak kelas X SMA.
"Nia setiap pagi selalu terlambat saat apel pagi, karena memesan gorengan dulu. Dia selalu minta disanksi bersih-bersih kelas karena terlambat," kata Reni.
Meski seorang atlet, kata Reni, Nia tidak pernah menyepelekan pelajaran akademisnya.
Walaupun berasal dari keluarga kurang mampu, kata Reni, Nia selalu membantu temannya yang kesusahan.
"Nia sering menolong temannya, kalau ada yang kesusahan dia yang kasih jajan. Nia tidak pernah meminjam atau minta beas kasihan," kata dia.