TRIBUNNEWSWIKI.COM - Baim Alkatiri, yang dulu dikenal sebagai aktor cilik dengan bayaran tertinggi, kini hanya memiliki dua rumah, satu di Jakarta dan satu di Malang.
Sejak bekerja di usia 3 tahun, Baim mengaku tidak tahu kemana perginya uang yang dihasilkannya.
"Saya masih punya satu rumah di Jakarta dan satu lagi di Malang," ungkap Baim dalam wawancara di YouTube Feni Rose Official.
Baim juga bercerita bahwa keluarganya sempat memastikan kepemilikan rumah melalui notaris, di mana meski rumah tersebut atas nama ayahnya, sang ayah mengakui bahwa rumah itu memang milik Baim.
Selain rumah, ia tidak tahu harta apa lagi yang tersisa, karena semua uang tidak pernah ada di tangannya.
Saat ditanya tentang tabungan oleh Feni Rose, Baim menjawab, "Enggak ada sama sekali."
Ia juga mengingat bahwa ketika masih kecil, ia memiliki beberapa mobil, namun sekarang ia tidak tahu keberadaannya.
Baim mengungkapkan bahwa ia pernah mempertanyakan pengelolaan uangnya, terutama ketika setiap kali meminta uang sekolah atau kebutuhan lainnya, sang ayah selalu memberikan alasan.
Akhirnya, Baim mencoba mencari uang sendiri dengan berbisnis, salah satunya berjualan susu kambing di pinggir jalan.
"Itu dua tahun lalu, usiaku 17 tahun, enggak seharusnya aku struggle kayak gitu," katanya.
Baca: Baim Alkatiri
Dia merasa heran, mengingat dirinya telah bekerja keras sejak kecil, tetapi sekarang tidak ada apa-apa lagi yang tersisa.
Karena pengalaman ini, Baim tidak peduli dengan anggapan orang yang menyebutnya durhaka atau membuka aib keluarganya.
"Mungkin ada yang bilang aku buka aib, tapi mereka enggak tahu apa yang aku rasakan dan seberapa keras usahaku untuk diriku sendiri," ujarnya.
Disebut Anak Gagal oleh Ayah Kandung
Baim juga mengungkapkan bahwa ayah kandungnya pernah menyebutnya sebagai "anak gagal."
Selama dua tahun, Baim menyimpan perasaannya, namun akhirnya dia memutuskan untuk berbicara.
"Ayah bilang ke mamaku, 'kamu gagal didik anak-anakmu, kamu gagal didik Baim,'" kata Baim mengingat ucapan ayahnya.
Mendengar hal itu, Baim merasa sangat terkejut dan terluka.
Meskipun dia tidak menangis, perkataan ayahnya sangat membekas di hatinya.
"Aku anak terakhir yang masih sayang sama ayahku, tapi dia buang aku begitu saja," ujarnya sambil mengenang.