TRIBUNNEWSWIKI.COM - Akhirnya terungkap identitas pembacok anggota TNI Prada Defliadi di Medan adalah Ketua OKP dan anggota geng motor.
Diberitakan sebelumnya, seorang anggota TNI AD Prada Defliadi menjadi korban pembacokan oleh geng motor di Medan.
Peristiwa anggota TNI AD Prada Defliadi dibacok geng motor ini terjadi pada Minggu 4 Agustus dini hari.
Prada Defliadi merupakan personel Kodam I Bukit Barisan dari Batalyon Infanteri 100 / Prajurit Setia.
Kini pelaku pembacok personel TNI AD bernama Prada Defliadi tersebut telah berhasil ditangkap personel gabungan.
Adapun identitas kedua pelaku yakni, DHM (Dolly Hamonangan Manurung) dan RDS.
Menurut Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Teddy Jhon Sahala Marbun, kedua pelaku ini ditangkap di dua lokasi yang berbeda.
Pelaku DHM ditangkap di rumahnya di Jalan Orde Baru, Kecamatan Medan Barat, oleh personel TNI.
Baca: Video Link Erika Blunder 8 Menit Viral di Twitter & TikTok, Isi Percakapan dengan Ojol Jadi Sorotan
Sementara pelaku RDS ditangkap di Jalan Bedagai, Kecamatan Medan Timur. Ia ditangkap oleh personel gabungan TNI dan Polri.
"DHM ini adalah ketua IPK, ranting Skip. RDS ini adalah anggota IPK," kata Teddy kepada Tribun-medan, Selasa (6/8/2024).
Katanya, kedua pelaku ini memiliki peranannya masing-masing dalam kasus pembacokan terhadap Prada Defliadi.
"Peran DMS menjumpai saksi (teman korban) atas nama AS dan berkata 'Abang yang tadi kan' dan dijawab oleh AS 'kami nggak tahu apa-apa, kami aparat TNI'," sebutnya.
"Peran RDS, bersama-sama dengan tersangka inisial DHM menemui AS dan mengatakan 'kenapa rupanya kalau aparat'," sambungnya.
Teddy mengatakan, setelah itu para pelaku ini langsung menyerang kelompok korban yang berjumlah sembilan orang tersebut.
"Pelaku DHM langsung meninju saksi AS, dan langsung memukul kakinya. Kemudian salah satu laki-laki menggunakan baju hitam, langsung mendorong dada Pratu AS," bebernya.
"Kemudian DMS langsung menumbuk wajah Pratu AS hingga korban terjatuh, dan kakinya korban keseleo," tambah Teddy.
Dikatakannya, setelah itu di lokasi yang berbeda di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Medan Petisah, langsung terjadi keributan.
"Teman-teman dari DMS dan anggota Ormas langsung menyerang sehingga terjadi berlawanan dan keributan, yang mengakibatkan Praka AR mengalami luka dan Pratu AS mengalami keseleo pada kaki kiri dan wajah bengkak," ucapnya.
Baca: Mengenal Sosok Mariya Yesika, Mahasiswi Kedokteran yang Dapat Uang Rp1,6 Miliar dari Abdul Ghani
Lebih lanjut, Teddy menyampaikan, setelah keributan itu, kelompok TNI dan IPK serta geng motor Simple Life (SL) berpencar.
Namun, saat itu Prada Defliadi terpisah dari temannya dan melarikan diri ke arah Jalan Skip, Kecamatan Medan Petisah.
Waktu itu, ternyata Prada Defliadi bertemu dengan para pelaku pas di dekat markas IPK yang berada di sana.
Lalu, para pelaku ini langsung membacok korban secara membabi buta.
"Anggota geng motor SL itu melakukan pengeroyokan terhadap korban (Prada Defliadi) dengan cara meninju, menendang dan membacok,"
"Hingga korban tidak berdaya dan selang beberapa saat kemudian datang temen-temen korban dan membawanya ke rumah sakit," ucap Teddy.
Katanya, saat ini ada tiga orang lagi yang menjadi buron. Ketiganya yakni berinisial TT yang merupakan mantan anggota geng motor SL. Lalu, MJS dan MIR.
"Para pelaku dikenakan Pasal 170 ayat 2 Jo 351. Pengeroyokan dan penganiayaan yang mengakibatkan luka cacat," pungkasnya.
Prada Defliadi alami kebutaan
Kondisi personel TNI dari Batalyon Infanteri 100 atau Raider, Kodam I Bukit Barisan bernama Prada Defliadi disebut kian memburuk usai penganiayaan yang diduga dilakukan geng motor pada Minggu 4 Agustus dinihari lalu.
Mata sebelah kiri Prada Defliadi dikabarkan buta akibat kena bacok senjata tajam gerombolan geng motor yang terafiliasi dengan organisasi masyarakat (Ormas) di Medan.
Baca: Video Erika Blunder 8 Menit Viral di TikTok dan Twitter X, Sang Selebgram Akhirnya Beri Pengakuan
Saat diwawancarai, Kasdam I Bukit Barisan Brigadir Jenderal Refrizal membenarkan kebutaan Prada Defliadi.
Namun demikian ia belum menerangkan apakah personel TNI ini mengalami kebutaan permanen atau sementara.
Selain buta, lanjut jenderal bintang satu ini, Prada Defliadi mengalami luka bacok di bagian kepalanya.
"Kondisinya sakit. Tidak hanya buta, tapi luka dibacok-bacok," kata Kasdam I Bukit Barisan Brigjend Refrizal saat diwawancarai di rumah dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman, saat rapat kordinasi dan konsolidasi PB PON, Selasa (6/8/2024).
Kronologi pembacokan versi Kapendam I Bukit Barisan
Kapendam I Bukit Barisan Kolonel Rico Siagian mengatakan, kejadian berlangsung pada Minggu 4 Agustus dinihari kemarin sekira pukul 03:30 WIB.
Saat itu Prada Defliadi bersama delapan personel sedang makan di warung angkringan di simpang tugu Sinar Indonesia Baru (SIB), Medan Petisah.
Sekira pukul 03:20 WIB, sekitar 20 orang diduga geng motor datang mengendarai mobil dan sepeda motor.
Gerombolan orang yang diduga geng motor ini menuding 9 personel TNI dari Batalyon Infanteri 100/Raider sebagai musuh mereka.
Baca: Viral Video Erika Blunder 8 Menit di Twitter dan TikTok, Link Tersebar, Begini Kronologinya
Mereka lantas menyerang personel TNI menggunakan senjata tajam.
"Geng motor tersebut langsung melakukan penyerangan dengan menggunakan senjata tajam."
"Kemudian mereka kabur dari lokasi angkringan tersebut,"kata Kolonel Rico Siagian, Senin (5/8/2024).
Akibat penyerangan ini Prada Defliadi luka diduga kena bacok senjata tajam diduga geng motor tersebut hingga dirawat di rumah sakit.
Dari foto yang dilihat, wajahnya dibalut perban akibat luka yang dideritanya.
"Saat kejadian 1 personel Raider 100 mengalami luka bacok akibat senjata tajam yang dibawa oleh geng motor tersebut."
Prada Defliadi masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Putri Hijau, Kota Medan.
"Dia masih dirawat di RS Putri Hijau. Luka kepala robek, tangan robek, 1 mata rusak," kata Kapala Penerangan Kodam I/BB Kolonel Rico Siagian kepada Kompas.com melalui saluran telepon, Senin (5/8/2024).
Rico menerangkan, usai kejadian salah satu terduga pelaku berinisial DM diamankan dan dijemput dari rumahnya.
Namun Rico belum menjelaskan siapa yang mengamankan DM apakah Polisi atau rekan-rekan Prada Defliadi dari Raider 100.
Rico menyebut kasus ini diserahkan ke Polrestabes Medan guna proses lebih lanjut.
"Setelah kejadian beberapa identitas pelaku sudah diketahui dan 1 orang pelaku sudah diamankan dari rumahnya, inisial DM."
"Sedangkan pelaku2 yg lain sedang dilakukan pengejaran oleh polrestabes dan TNI. Permasalahan ini sudah diserahkan ke pihak polrestabes dan pelaku sudah diserahkan juga ke pihak kepolisian."
Sebelumnya diberitakan, Rico menyampaikan, korban telah membuat laporan ke Polrestabes Medan.
Di lain pihak, Kapolrestabes Medan Kombes John Teddy Marbun pun masih enggan menjelaskan terkait laporan korban.
"Nanti ya," ucap Teddy.
Kejadian yang menimpa Prada Defliadi ini viral di media sosial.
Salah satu yang mengunggah kejadian itu, akun Instagram @medanheadlines.news.
Terlihat, ada foto seorang pria yang terluka berada di dalam mobil. Bagian kepala dan tangannya diperban.
"Anggota TNI yang bertugas di Yonif 100/PS dibacok oleh sekawanan kriminal bermotor di kawasan Petisah," demikian narasi di foto yang diunggah akun tersebut.
Kondisi Dolly Manurung
Beredar foto seorang anggota geng motor bernama Dolly Manurung babak belur dan menjalani perawatan di rumah sakit.
Dolly Manurung merupakan salah satu pelaku pembacokan anggota TNI di Medan, Sumatra Utara pada Minggu (4/8/2024) dini hari.
Akibat kasus pembacokan, Prada Defliadi mengalami luka serius di kepala dan badan.
Dolly Manurung dijemput paksa puluhan orang berambut cepak usai melakukan pembacokan.
Kepala Lingkungan (Kepling) V Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Nursidah Hutasoit, membantah Dolly tewas.
"Dolly nggak meninggal, hoaks itu, kalau meninggal pasti saya dapat kabar," kata Nursidah kepada Tribun-medan, Senin (5/8/2024).
Baca juga: Butuh tenaga kerja terbaik untuk bisnismu? Cari di sini!
Ia mengatakan, kabar terakhir yang diterimanya bahwa saat ini Dolly Manurung masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.
"Dia masih dirawat. Kondisi pastinya belum tahu. Tapi dia belum meninggal, karena nggak ada laporan ke saya," sebutnya.
Menurut Lusi, salah seorang tetangganya, Dolly dijemput oleh puluhan orang ke rumahnya, pada Minggu (4/8/2024) sekira pukul 11.00 WIB.
"Ada sekitar 20 orang yang datang, pakaian hitam semuanya potongan rambut cepak. Nyari rumah Dolly Manurung," kata Lusi kepada Tribun-medan, Senin (5/8/2024).
Katanya, saat itu puluhan orang ini langsung mendobrak pintu dan masuk ke dalam rumah Dolly.
Baca juga: Motif Pembacokan Anggota TNI di Medan, Pelaku Diduga Geng Motor yang Sedang Mabuk
Tak lama, terdengar suara teriakan dari dalam rumah tersebut.
"Dengar suara teriakan, seperti orang minta tolong dari dalam itu," sebutnya.
Lusi menjelaskan, kemudian Dolly pun langsung digiring ke luar dari dalam rumah dengan kondisi babak belur.
"Sudah lebam-lebam pas dibawa, tapi nggak tahu dibawa kemana naik mobil. Sampai sekarang nggak tahu keberadaannya dimana, rumahnya juga kosong," ucapnya.
(tribunnewswiki.com/tribun network)
Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini