Ini membuktikan bahwa Sanji adalah pria yang sangat penyayang yang berusaha keras menyelamatkan orang yang tidak bersalah dari pembunuhan.
6. “Karena Ayahku Akan Sedih.”
Sangat sulit untuk mengabaikan tindakan seseorang, terutama jika tindakan tersebut menyebabkan kerugian.
Sepanjang masa kecilnya, Sanji diganggu oleh saudara-saudaranya dan ayahnya.
Mereka memperlakukannya dengan cara yang paling tidak manusiawi, jadi Sanji seharusnya senang ketika Bajak Laut Big Mom hendak membunuh keluarganya.
Sebaliknya, Sanji turun tangan untuk menyelamatkan mereka dari kematian.
Bahkan Judge pun terkejut dengan tindakan Sanji, dan ia bertanya kepada putranya mengapa ia melakukan hal seperti itu, terutama setelah bagaimana mereka memperlakukannya.
Sanji menjawab bahwa ayahnya akan sedih. Responsnya sederhana namun kuat.
Hal itu mengingatkan Judge bahwa ia telah kehilangan gelarnya sepenuhnya.
Hal itu juga menunjukkan bahwa Sanji tidak dapat menentang ajaran Zeff, bahkan jika itu berarti mengesampingkan prasangkanya.
5. “Memasak adalah Anugerah dari Para Dewa. Rempah-rempah adalah Anugerah dari Iblis. Sepertinya Rasanya Terlalu Pedas Bagimu.”
Meninggalkan Jabra dengan Luka Bakar Fisik dan Mental
Sanji adalah juru masak yang sangat berbakat, tetapi ia juga petarung yang hebat.
Sebagai anggota Trio Monster, ia telah bertarung melawan beberapa karakter terkuat di One Piece.
Ada kalanya Sanji harus menemukan jurus baru untuk mengalahkan lawannya.
Di alur Enies Lobby, Sanji harus melawan Jabra. Pembunuh CP9 itu yakin bahwa ia akan menang karena kesalahan Sanji.
Namun, Sanji sengaja melakukannya, karena hal itu membantunya untuk lebih dekat dengan Jabra.
Setelah Sanji mengalahkan Jabra, ia memberikan analogi yang sangat keren tentang bagaimana tendangannya terlalu pedas bagi lawannya.
Baca: 10 Cara Pengajaran Buruk dalam One Piece, Sebaiknya Tak Ditiru di Dunia Nyata: Ada Garp hingga Sanji
4. “Aku Tidak Akan Menendang Seorang Wanita, Bahkan Jika Aku Mati!”
Semua orang hebat memiliki semacam ideologi atau serangkaian prinsip yang mereka anut.
Wajar untuk mengatakan bahwa tanpa kode moral mereka, mereka tidak akan pernah mencapai puncak seperti sekarang, dan Sanji jelas salah satunya.