TRIBUNNEWSWIKI.COM - Terkuak kronologi pembunuhan Vina Cirebon dan Eky yang sampai saat ini masih menimbulkan banyak misteri.
Kronologi pembunuhan Vina Cirebon dan Eky ini justru dibongkar oleh saksi kunci, Liga Akbar.
Liga Akbar membongkar kronologi pembunuhan dua sahabatnya hasil settingan.
Diketahui, Liga Akbar Cahyana sebelumnya telah muncul sebagai Gaga Awod.
Liga Akbar Cahyana atau Gaga Awod ini sebagai saksi di berkas putusan PN Cirebon tertanggal 26 Mei 2017.
Liga Akbar Cahyana kini muncul mencabut beberapa poin dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dilakukan 2016 silam setelah delapan tahun kasus Vina Cirebon bergulir.
Liga Akbar mengklaim bahwa kronologi pembunuhan dua sahabatnya tersebut hasil settingan.
Adapun bagian pelemparan batu sampai pengejaran sampai ke flyover hasil rekaan.
Ternyata, peristiwa itu tidak benar-benar ada.
Kendati begitu, Liga Akbar mencabut kesaksiannya delapan tahun silam ketika memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Barat pada Selasa (4/6/2024).
Baca: Liga Akbar Bongkar Kasus Vina Cirebon, Teman Eky Ternyata Tak Pernah Menyaksikan Aksi Pembunuhan
"Terkait adanya kejar mengejar dan lempar melempar nah itu sebenarnya tidak ada," kata Yudia kepada Kompas TV, dikutip dari TribunJakarta.com.
Yudia menjelaskan, Liga memang sangat dekat dengan Eky dan Vina.
Pada Sabtu sore 2 7 Agustus 2016, Liga memang sedang kongko dengan teman-teman satu geng motornya, termasuk dengan Eky.
Saat itu mereka nongkrong di dekat SMAN 4 Kota Cirebon.
Eky pun menjemput kekasihnya, Vina dan kembali ke tongkrongan.
Pada sekitar pukul 19.00 WIB, Eky dan Vina pamit.
Sedangkan Liga tetap di tongkrongan.
Liga tidak tahu menahu soal apa yang terjadi pada dua sahabatnya, sampai dia mendapat kabar kemudian, Eky dan Vina sudah di rumah sakit dalam keadaan tak bernyawa.
"Ada sekitar enam sampai tujuh orang lah," kata Yudia.
"Eky ini permisi dulu sorenya, jemput Vina, datang lagi ke situ, sekitar jam tujuhan (malam), Eky sama Vina berpamitan," kata Yudia.
Yudia mengatakan, kronologi dilempari hingga dikejar sampai flyover hingga berujung pembunuhan seperti pada putusan pengadilan merupakan berdasarkan kesaksian Liga.