Kini, ungkapan All Eyes on Rafah sedang menjadi kampanye di media sosial.
Apa yang terjadi di Rafah?
Rafah adalah pintu masuk bantuan kemanusiaan sebelum Israel meningkatkan serangan militernya di wilayah tersebut.
Kota di jalur Gaza selatan ini menjadi satu-satunya tempat penyeberangan perbatasan dengan Mesin dan menjadi titik keluar bagi warga yang mencoba melarikan diri.
Selama serangan Israel ke Gaza, warga Palestina melarikan diri ke kota Rafah dan berlindung di tenda-tenda yang mereka bangun.
Sejak Israel mengumumkan rencana operasi darat di Rafah, sekitar 800.000 orang telah meninggalkan kota tersebut.
Namun, pada Minggu (26/5/2024), sebuah serangan terjadi di kamp tempat perlindungan sementara di kota Rafah yang disebut Tas as-Sultan. Serangan itu dilancarkan via udara.
Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas mengatakan bahwa setidaknya 45 orang tewas akibat serangan udara Israel.
Dilansir dari Al Jazerra, serangan itu menyebabkan sebuah kamp di Rafah terbakar hebat. Banyak shelter yang terbakar saat penghuninya masih berada di dalam.
Kendati demikian, tentara Israel mengklaim pihaknya tidak bermaksud menargetkan Rafah. Mereka menyatakan kebakaran disebabkan karena ledakan tangki bahan bakar di wilayah itu.
Hizbullah Murka & Kutuk Pembantaian Israel di Rafah
Slogan “All Eyes on Rafah” atau ‘Semua Mata Tertuju kepada Rafah’ menyebar luas di berbagai platform media sosial belakangan ini.
“All Eyes on Rafah” adalah bentuk dukungan kepada warga Palestina di Rafah, Jalur Gaza, yang kini diserang oleh Israel.
Slogan tersebut digaungkan oleh para aktivis dan kelompok hak asasi manusia (HAM).
Forbes melaporkan bahwa slogan itu berasal dari komentar yang dilontarkan oleh Rik Peeperkorn yang menjabat sebagai Direktur Kantor Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Wilayah Palestina yang Diduduki.
Pada bulan Februari lalu dia berkata “All eyes are on Rafah” beberapa hari setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memerintahkan pembuatan rencana evakuasi untuk pengungsi di Rafah.
Baca: Inilah yang Terjadi di Rafah Palestina hingga Menggema Seruan All Eyes on Rafah di Seluruh Dunia
Perkataan itu adalah permintaan kepada orang-orang agar selalu melihat apa yang terjadi di Rafah.
Rafah ditinggali sekitar 1,4 juta warga Palestina sebelum digempur oleh militer Israel dengan dalih mencari Hamas.
Berbagai organisasi seperti Save the Children, Oxfam, Americans for Justice in Palestine Action, Jewish Voice for Peace, dan Palestine Solidarity Campaign kemudian menyebarkan slogan itu.
Slogan itu turut digunakan saat aksi unjuk rasa di Paris, London, Belanda, Kota New York, Los Angeles, dan lainnya.