TRIBUNNEWSWIKI.COM – Lebih dari 140 penumpang dan awak kabin pesawat Singapore Airlines yang mengalami turbulensi hebat telah tiba dengan selamat di Singapura pada Rabu (22/5/2024) pagi setelah melakukan pendaratan darurat di Bangkok, Thailand.
Pesawat Singapore Airlines rute London-Singapura yang membawa 211 penumpang mengalami turbulensi hebat pada Selasa (21/5/2024), karena faktor cuaca ekstrem.
Akibat kejadian itu, seorang penumpang asal Inggris berusia 73 tahun meninggal karena dugaan serangan jantung, dan sedikitnya 30 orang terluka.
“Atas nama Singapore Airlines, saya ingin menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari almarhum,” kata CEO Singapore Airlines, Goh Choon Phong melalui pesan video.
Layanan prakiraan cuaca AccuWeather pada Selasa (21/5/2024) mengatakan badai petir yang terjadi dengan cepat dan eksplosif di dekat jalur penerbangan Penerbangan 321 kemungkinan besar berkontribusi terhadap turbulensi yang hebat.
“Badai petir yang sering terjadi sering kali memiliki aliran udara ke atas yang kuat, zona udara yang bergerak ke atas, yang naik dengan sangat cepat, terkadang dengan kecepatan lebih dari 100 mph, dan dapat membuat pilot hanya punya sedikit waktu untuk bereaksi jika terjadi tepat di depan pesawat,” kata Dan DePodwin, Direktur Senior Operasi Perkiraan AccuWeather.
Baca: Detik-detik Mengerikan Insiden Pesawat Japan Airlines dan Keajaiban Saat Seluruh Penumpang Selamat
Seorang penumpang yang selamat, menceritakan kejadian turbulensi hebat yang terjadi di pesawat Singapore Airlines.
“Saya melihat orang-orang dari seberang lorong bergerak secara horizontal, membentur langit-langit dan mendarat kembali dengan posisi yang sangat canggung. Orang-orang, seperti, mendapat luka parah di kepala,” ujar Dzafran Azmir, seorang siswa berusia 28 tahun yang menjadi saksi turbulensi pesawat Singapore Airlines.
Sementara itu, seorang penumpang lain mengatakan kepala beberapa orang terbentur lampu di atas kursi hingga merusak bagian panel.
Investigasi Pesawat Singapore Airlines
Hingga saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan oleh beberapa pihak, termasuk pemerintah Singapura.
Beberapa jam pasca insiden turbulensi hebat di pesawat Singapore Airlines, Menteri Transportasi Singapura Chee Hong Tat telah mengirimkan tim investigasi ke Bangkok untuk menyelidiki pesawat tersebut.
“Karena insiden tersebut melibatkan perusahaan AS, Boeing, yang membuat pesawat 777-300ER, Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) mengirimkan perwakilan terakreditasi dan empat penasihat teknis untuk mendukung penyelidikan,” katanya.
(TRIBUNNEWSWIKI.com/Mikael Dafit)