TRIBUNNEWSWIKI.COM - Terungkap tampang 11 pelaku kasus Vina Cirebon tahun 2016 silam.
Postingan tahun 2016 terkait kasus kematian tragis gadis remaja bernama Vina bersama pacarnya sedang viral di media sosial.
Kasus Vina Cirebon kembali menjadi perbincangan hangat di tahun 2024 ini karena diangkat ke layar lebar.
Dalam kasus ini, Vina diperkosa dan dibunuh oleh para pelaku yang merupakan geng motor di wilayah Kota Cirebon.
Ditambah pula para pelakunya pun belum sepenuhnya terungkap setelah hampir 8 tahun lamanya.
Sebab dari 11 orang pelaku kawanan geng motor ini, baru 8 pelaku yang ditangkap Polisi dan diadili secara hukum.
Sementara tiga orang lainnya masih buron atau diburu Polisi.
Baca: Sosok Saka Tatal yang Segera Bebas di Kasus Vina Cirebon, Terkuak Alasan Cuma Divonis 8 Tahun Bui
Unggahan lama pengguna media sosial terkait Vina Cirebon tahun 2016 lalu mengungkap foto kondisi situasi di lokasi temuan mayat korban dan foto para pelaku.
Foto-foto ini diunggah oleh akun Facebook Ali** pada 10 September 2016 dengan judul 'Kota Cirebon mencekam.'
Lalu dibagikan ulang pada tahun 2024 ini oleh sejumlah akun lainnya.
"Waspada jika keluar malam. Geng motor kembali berulah, Korban (Eky dan Vina)," tulis akun unggahan tahun 2026 lalu tersebut.
Di dalam unggahan tersebut juga ditulis narasi kronologi bagaimana Vina dan pacar menjadi korban keganasan geng motor.
Dimulai dari kedua korban melintas di Jalan Perjuangan pada Sabtu (27/8/2016) malam hingga jasad korban ditemukan di Jembatan Layang Talun.
Dalam foto unggahan pengguna medsos tersebut terlihat betapa mengenaskannya Vina dan pacar saat ditemukan.
Baca: Sosok & Peran 11 Pelaku Kasus Vina Cirebon, 3 Masih Berkeliaran, 1 Sebentar Lagi Bebas
Keduanya ditemukan di atas aspal bahu jalan dekatan pembatas trotoar dengan kondisi terkapar terlentang bersimbah darah.
Korban Eky tampak mengenakan kaos hitam dan celana putih.
Terlihat dari mulut hingga dada Eky berlumuran darah sampai ke jalanan aspal.
Di dekatnya, Vina juga dalam kondisi mengenaskan dengan darah bersimbah di sekitar tubuhnya.
Vina tampak mengenakan dalaman hitam dan atasan putih bermotif.
Diantara kedua jasad korban tersebut juga terlihat sebuah helm merah putih yang diduga sengaja ditinggalkan pelaku agar dikira mereka korban kecelakaan.
Foto selanjutnya yang diunggah, terlihat para pelaku yang berhasil diamankan Polisi dalam kondisi telanjang dada.
Baca: 4 Fakta Ngeri Kasus Vina Cirebon, Korban Digilir Lalu Dibunuh Geng Motor, 3 Pelaku Masih Berkeliaran
Beberapa pelaku diantaranya terlihat babak belur diduga dipukuli karena melawan saat ditangkap.
Beberapa dari mereka terlihat bertato di dada, punggung hingga di leher.
Satu foto terpisah memperlihatkan salah satu dalam foto pribadinya sedang berfoto telanjang dada memamerkan tato di punggung dan lehernya.
Unggahan foto ini sudah ramai dikomentari netizen sekitar 7 tahun yang lalu.
Kini kembali ramai dengan komentar netizen di tahun 2024.
"Ahirnya ketemu di sini awal dr kisah Vina," tulis akun Ira**.
"mkanya jelex amat ya alay si Egi asli ????...trlalu ganteng yg d film mah ..si Egi kayanya ..soal nya pd tkut smua gak ad yg brni up kan," tulis akun Alf***.
"kurang ajar manusia biadap," tulis akun Glo***.
Baca: Masih Buron, Siapa Sosok 3 Pelaku di Kasus Vina Cirebon? Korban Tewas Diperkosa-Dibunuh Geng Motor
Penuh kontroversi
Diketahui, film Vina: Sebelum 7 Hari dianggap kontroversial dan menjadi perbincangan netizen.
Sutradara film Vina: Sebelum 7 Hari, Anggy Umbara mengatakan, dirinya ingin mengangkat cerita tersebut karena kasusnya dinilai belum terselesaikan sejak 2016.
Selain itu, Anggy menjelaskan, pihak produksi sudah mendapatkan izin dari keluarga Vina untuk diangkat ke layar lebar.
Terkait dengan film yang dianggap kontroversial dan harus diboikot, Anggy heran dengan ungkapan tersebut.
"Ya kita kan kisah nyatanya seperti itu, kita dari true story dan menurut saya film ini penting untuk diangkat lagi, kasusnya diusut lagi, karena memang belum selesai," dilansir dari Kompas.com, Jumat (10/5/2024).
Terpisah, Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia, Rommy Fibri Hardiyanto menilai, film Vina: Sebelum 7 Hari merupakan film drama thriller dan crime.
Dalam genre tersebut, film juga menyajikan adegan kekerasan, penganiayaan, pemerkosaan, dan pembunuhan.
Baca: Mengenal Sosok Santyka Fauziah, Pacar Baru Sule yang Ikut Foto Keluarga di Nikahan Rizky-Mahalini
Untuk adegan tersebut, Rommy menilai bahwa adegan kekerasan baik fisik atau visual proporsional tidak tampak unsur kesadisan.
Selain itu, adegan pemerkosaan yang dikritik juga minim dari unsur ketelanjangan.
Selain itu, para pemerkosa dalam film tersebut tidak tereksploitasi seksnya secara ganas dan liar.
Rommy menjelaskan, adegan kekerasan dalam film Vina: Sebelum 7 Hari tidak tersaji atau tervisual secara jelas.
“Bagi LSF, film-film bertemakan kekerasan hanya dapat dipertunjukkan bagi penonton dewasa,” ungkap Rommy saat dihubungi Kompas.com, Minggu (12/5/2024).
Terkait isu boikot karena mengundang kontroversi, LSF memberikan penilaian terhadap semua film.
Rommy menjelaskan, semua film yang masuk ke LSF, baik nasional atau dari luar negeri dan apapun genre yang diambil akan dilakukan penilaian.
Film-film yang tidak sesuai pedoman kriteria penyensoran atau tidak sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, maka LSF akan memberi catatan dan masukan kepada pemiliknya.
“Untuk film yang dianggap kontroversi, LSF akan membuka ruang dialog, baik kepada pemilik, termasuk terus melakukan literasi film kepada masyarakat,” jelas Rommy.
Menurutnya, film yang beredar semaunya dinilai atas dasar perlindungan masyarakat dari dampak negatif film.
(tribunnewswiki.com/tribunnewsbogor.com)
Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini