Pelaksanaan shalat Idul Fitri yang tidak terburu-buru nantinya diharapkan dapat membuat masyarakat berfikir untuk menyalurkan zakat fitrah di pagi hari.
Dengan adanya ruang waktu tersebut, Ustadz Masrul AIdi berharap agar masyarakat juga bisa berinteraksi langsung antara muzakki (orang yang dikenai kewajiban membayar zakat) dengan mustahiknya (menerima zakat) sehingga tercerminlah silaturahmi Islam di pagi hari Raya.
"Dan kita berharap dengan adanya ruang waktu yang lapang di pagi hari Idul Fitri, masyarakat mulai berfikir agar zakat fitrah itu bisa disalurkan di pagi hari,"
"Langsung berinteraksi muzakki dengan mustahiknya dan tercerminlah silaturahmi Islam itu di pagi Hari Raya, dengan berbagi kebahagiaan dengan menyediakan kebutuhan makanan pokok kepada fakir miskin, jadi tidak harus jam delapan," pungkas Ustadz Masrul Aidi di akhir penjelasannya.
Tata cara sholat Idul Fitri
Dikutip dari Fatwa MUI, ada beberapa kaifiat shalat Idul Fitri secara berjamaah yang perlu diperhatikan.
1. Sebelum shalat Idul Fitri, disunnahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih.
2. Shalat Idul Fitri dimulai dengan menyeru "ash-shalâta jâmi‘ah", tanpa azan dan iqamah.
3. Memulai dengan niat shalat Idul Fitri, yang jika dilafalkan berbunyi;
- Niat Sholat Idul Fitri sebagai Imam
اُصَلِّى سُنَّةً عِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا للهِ تَعَالَى
Usholli sunnatan 'iidil fithri rok'ataini imaaman lillaahi ta'aalaa
Artinya: Saya niat shalat sunah Idul Fitri dua rakaat sebagai imam karena Allah Taala.
- Niat Sholat Idul Fitri sebagai makmum
اُصَلِّى سُنَّةً عِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى
Usholli sunnatan ‘iidil fithri rok’ataini ma’muuman lillaahi ta’aalaa
Artinya: Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai makmum karena Allah ta'ala.
4. Membaca takbiratul ihram (الله أكبر) sembari mengangkat kedua tangan.
5. Membaca doa iftitah.
6. Membaca takbir sebanyak 7 kali di luar takbiratul ihram dan di antara tiap takbir dianjurkan membaca: