"Aku buka papaku, aku bukan mamaku, dan aku bukan kakakku. Tapi aku adalah gabungan mereka semua, semua didikan mereka selalu aku terapkan, dan aku adalah aku," ujar Camillia.
Atas keputusannya melepas hijab, Zara meminta agar masyarakat tidak menghakimi kedua orang tuanya, Ridwan Kamil dan Atalia Praratya.
Baca: Mahasiswi Yolanda Assyar Klarifikasi Perselingkuhan dengan Direktur di Bandung, Bantah Jadi Pelakor
Menurutnya, selama ini kedua orang tuanya sudah berhasil mendidik dengan baik, hanya saja pilihan melepas hijab adalah pilihan dari dirinya sendiri.
"Jangan menyalahkan orang tua aku, mereka mendidik aku untuk menjadi perempuan cerdas, berkarakter, dan beragama. Ini semua adalah pilihanku sendiri, aku memilih momentum dimana orang tua aku sedang dalam masa tenang di dunia mereka dan juga bulan suci," lanjut Zara.
Dalam postingan tersebut, Zara juga mengatakan jika ada yang tak suka dengan keputusannya melepas hijab, ia dengan senang hati meminta agar tidak lagi mengikutinya di Instagram.
"Untuk orang-orang yang tidak suka dengan keputusan aku ini, silakan unfollow saja," ujar Zara.
Komentar netizen
Postingan yang diunggah Zara menuai komentar pro kontra.
Terpantau saat ini postingan tersebut mendapat tujuh ribu lebih komentar.
Mayoritas warganet ikut menyayangkan keputusan Zara, namun ada banyak yang mendukung keputusannya.
Influencer Zhafira Aqyla juga ikut berkomentar, sebagai alumnus mahasiswa diaspora.
Baca: Apa Itu Jemaah Aolia? Warga Gunungkidul Sudah Salat Idul Fitri di Hari Jumat, Ternyata Ini Alirannya
Ia tak memungkiri bahwa hidup di negara orang apalagi sebagai minoritas muslim memang tak mudah dan ada banyak sekali tantangan.
Ia kemudian mendoakan Zara menemukan kembali dalam perjalanan pencarian imannya.
"Semoga kamu menemukan Allah dan cinta-Nya lagi dan lagi dalam perjalanan pencarian imanmu, Zara. Iman tidak pernah mudah, apalagi sebagai minoritas Muslim, dan tantangan Anda sangat berbeda dengan tantangan di negara mayoritas Muslim," katanya.
"Saya mengakui hal itu dan saya mengakui kebutuhan Anda untuk berhenti sejenak, bernapas, merenung, dan berpikir. Allah akan terus menjaga hatimu dan membimbingmu InsyaaAllah, karena Dialah sebaik-baik perencana. Sebagaimana tercantum dalam Al-Baqarah 256: “Jangan ada paksaan dalam beragama," tulis @zhafiraiha di kolom komentar.
(tribunnewswiki.com/tribun network)
Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini