Berikut rekam jejak Vladimir Putin dari dulu hingga sekarang :
- Putin menjabat sebagai staf Direktorat Intelijen Luar Negeri untuk KGB, dan ditugaskan untuk membayangi pengunjung asing ke Leningrad.
- Putin belajar bahasa Jerman dan bahasa Inggris di sana.
- Kabarnya, Putin menjadi pemantau loyalitas diplomat Soviet.
- Dikabarkan dia memonitor loyalitas siswa dan menantau orang asing.
- Putin mencalonkan diri sebagai Wali Kota Leningrad.
- Putin 1997 - Putin ditunjuk wakil kepala administrator Kremlin di bawah Presiden Boris Yeltsin.
- Putin menduduki tempat 1999 - Sekretaris Dewan Keamanan Rusia.
- 31 Desember 1999 - Yeltsin turun dari jabatannya di tengah skandal dan Putin naik menggantikannya sebagai presiden Dia memberikan Yeltsin kekebalan penuntutan.
- 7 Mei 2000 - Putin dilantik untuk pertama kalinya menjadi presiden Rusia.
- 15 Maret 2004 - Putin terpilih kembali setelah berkampanye sebagai calon independen.
- 27 April 2005 - Menjadi pemimpin Rusia pertama yang mengunjungi Israel.
- 5 September 2006 - Bertemu Presiden Afrika Selatan Thabo Mbekiyang merupakan kunjungan pertama.
- 2 Maret 2008 - Dmitry Medvedev, anak didik Putin, terpilih menjadi presiden Rusia.
- Agustus 2008 - Rusia terlibat konflik militer denganGeorgia.
- 4 Maret 2012 - Putin kembali memenangkan jabatan pemilu Rusia dan menjadi presiden untuk ketiga kalinya dengan suara di bawah 65 persen.
- Kritikus mempertanyakan hasil tersebut dan menduga ada kecurangan pemilih.
- 14 Desember 2012 - Presiden Barack Obama menandatangani Undang-Undang Magnitsky, undang-undang yang memberlakukan pembatasan perjalanan dan keuangan terhadap individu-individu di Rusia yang dicurigai melakukan pelanggaran hak asasi manusia. Undang-undang tersebut dinamai Sergey Magnitsky, yaitu nama pengacara yang meninggal dalam keadaan misterius pada 2009 setelah menemukan bukti bahwa pejabat Rusia kedapatan curang dalam membayar pajak.
Baca: EPIC Hakim ICC Diburu Rusia usai Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Presiden Putin
- 6 Juni 2013 - Vladimir dan Lyudmila Putin mengumumkan pernikahan mereka berakhir.
Maret 2014 - Putin mengirim pasukan ke Krimea setelah Presiden Ukraina, Viktor Yanukovych, melarikan diri di tengah demonstrasi kekerasan. - 21 November 2014 - Federasi Karate-do Rusia, Kyokushin-kan, menyatakan Putin mendapatkan sabuk hitam karate.
- 25 Juli 2016 - FBI mengumumkan pihaknya melakukan penyelidikan terkait peretasan sistem komputer Komite Nasional Demokratik.
- 6 Januari 2017 - Kantor Direktur Intelijen Nasional merilis laporan yang menyimpulkan bahwa Putin memerintahkan sebuah kampanye berpengaruh yang bertujuan merugikan Hillary
- Clinton dan membantu Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat pada 2016.
- 7 Juli 2017 - Bertemu Donald Trump untuk pertama kalinya di sela-sela KTT G20 di Hamburg, Jerman.
- 6 Desember 2017 - Putin mengumumkan dirinya kembali pada pemilu di pilpres Rusia pada 2018.
Kabar terbaru, kemenangan Vladimir Putin dalam pemilu Rusia membuat negara-negara Barat dan NATO harus tetap waspada.
Vladimir Putin menancapkan kembali pengaruh besar di Rusia dan kawasan.
Sejumlah negara yang dekat dengan Rusia juga sudah mengucapkan selamat atas terpilihnya Vladimir Putin.
Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (18/3/2024) memperingatkan negara-negara Barat bahwa konflik langsung antara Rusia dan aliansi militer NATO pimpinan AS akan membuat planet ini selangkah lagi menuju Perang Dunia Ketiga.
Mengutip Reuters, namun dia mengatakan hampir tidak ada orang yang menginginkan skenario konflik seperti itu.
Perang Ukraina telah memicu krisis terdalam dalam hubungan Moskow dengan Barat sejak Krisis Rudal Kuba tahun 1962.
Putin telah sering memperingatkan risiko perang nuklir, namun mengatakan dia tidak pernah merasa perlu menggunakan senjata nuklir di Ukraina.
Baca: Arti Diam Putin Atas Tindakan Hamas ke Israel, Moskow Tolak Sebut Hamas Kelompok Teroris
Presiden Prancis Emmanuel Macron bulan lalu mengatakan dia tidak bisa mengesampingkan pengerahan pasukan darat di Ukraina di masa depan.
Karena banyak negara Barat yang menjauhkan diri dari hal tersebut sementara negara lain, terutama di Eropa Timur, menyatakan dukungannya.
Ketika ditanya oleh Reuters tentang pernyataan Macron dan risiko serta kemungkinan konflik antara Rusia dan NATO, Putin menjawab: “Segalanya mungkin terjadi di dunia modern.”
Dia menambahkan, "Jelas bagi semua orang, bahwa ini akan menjadi satu langkah lagi dari Perang Dunia Ketiga yang berskala penuh.
Saya pikir hampir tidak ada orang yang tertarik dengan hal ini," kata Putin kepada wartawan setelah memenangkan pemilu dengan kemenangan telak terbesar dalam sejarah Rusia pasca-Soviet.
Menjelang pemilu Rusia pada 15-17 Maret, Ukraina meningkatkan serangan terhadap Rusia, menembaki wilayah perbatasan dan bahkan menggunakan proksi untuk mencoba menembus perbatasan Rusia.
Ketika ditanya apakah ia menganggap perlu untuk mengambil alih wilayah Kharkiv di Ukraina.
Putin mengatakan jika serangan terus berlanjut, Rusia akan menciptakan zona penyangga di lebih banyak wilayah Ukraina untuk mempertahankan wilayah Rusia.
“Saya tidak mengecualikan bahwa, mengingat peristiwa tragis yang terjadi hari ini, kita akan dipaksa pada suatu saat, jika kita anggap tepat, untuk menciptakan ‘zona sanitasi’ tertentu di wilayah yang saat ini berada di bawah rezim Kyiv,” kata Putin.
Dia menolak memberikan rincian lebih lanjut namun mengatakan zona tersebut mungkin harus cukup besar untuk menghalangi persenjataan buatan asing mencapai wilayah Rusia.
Putin memerintahkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022.
Hal ini memicu perang besar di Eropa setelah delapan tahun konflik di Ukraina timur antara pasukan Ukraina di satu pihak dan pihak Ukraina yang pro-Rusia serta proksi Rusia di pihak lain.