TRIBUNNEWSWIKI.COM – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengeluarkan himbauan kepada pengguna jasa penyeberangan ferry khususnya di lintas Merak-Bakauheni terkait dengan cuaca ekstrem dalam sepekan terakhir di pelabuhan Merak, Banten.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah perairan di Banten termasuk salah satunya adalah wilayah selat Sunda bagian utara yang merupakan lintasan kapal ferry Merak-Bakauheni.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Shelvy Arifin mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan seluruh lembaga terkait, termasuk BMKG, Kepolisian, dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) yang memiliki kewenangan dalam pengaturan jadwal kapal, untuk memperoleh informasi terbaru tentang kondisi cuaca dan perizinan berlayar sesuai jadwal yang ditetapkan.
“Dampak yang paling signifikan dari cuaca ekstrem adalah terganggunya jadwal pelayanan kapal dan kemungkinan terhambatnya mobilitas penumpang serta barang,” ujar Shelvy.
“Manajemen juga melakukan mitigasi dalam menghadapi cuaca ekstrem, dimana secara berkala memberikan pelatihan khusus kepada para nahkoda dan awak kapal dan memastikan mereka memiliki pengetahuan serta keterampilan yang memadai untuk menghadapi perubahan cuaca,” sambungnya.
Baca: Arus Balik Jemaah Haul Guru Sekumpul 2024, Jemaah Asal Kalteng Pulang Kampung Menggunakan Kapal
Layanan Penyeberangan Dihentikan Sementara
ASDP pada Jumat (15/3/2024) malam melakukan penundaan seluruh jadwal pelayaran dari Pelabuhan Merak, Banten akibat cuaca ekstrem dengan kecepatan angin mencapai 22 sampai dengan 30 knot/s dari arah barat daya yang menghasilkan gelombang tinggi mencapai 2.5 meter berdasarkan peringatan dini level 1 yang dikeluarkan oleh BMKG.
Merespon peringatan BMKG dan melihat kondisi di lapangan tersebut, ASDP segera berkoordinasi dengan BPTD selaku regulator dan mitra kerja terkait dalam memitigasi kondisi cuaca yang berdampak pada pelayanan.
Hasil koordinasi tersebut menghasilkan keputusan untuk menunda sementara seluruh pelayaran kapal ferry di lintasan Merak-Bakauheni terhitung sejak Jumat (15/3/2024) pukul 01.00 WIB dengan pertimbangan keamanan dan keselamatan.
Baca: Bantu Israel Melawan Hamas, AS Kerahkan Kapal Induk Tercanggihnya, Gerald Ford
Aktivitas pelayaran kapal ferry kembali dibuka pada Sabtu (16/3/2024) mulai pukul 03.40 WIB setelah cuaca berangsur membaik, dan proses bongkar muat kendaraan dilakukan dengan ekstra hati-hati memperhatikan keadaan sebagai antisipasi jika cuaca kembali berubah buruk dalam tempo yang singkat.
Sementara pantauan lalu lintas pada Sabtu siang (16/3/2024) pukul 12.00 WIB di pelabuhan Merak, kondisi cuaca telah membaik dengan cuaca berawan, kecepatan angin yang landai berkisar 3-8 knot/s, dan gelombang laut dalam rentang 0,5-1 meter.
Operasional pelayanan pelabuhan dan pelayaran kapal ferry telah berjalan normal. Terpantau tidak ada penyekatan di ruas jalan Cikuasa atas dan antrean kendaraan hanya berada di dalam area pelabuhan dermaga reguler 1,2,3,4,5,dan 7. Sementara dermaga 6 eksekutif terpantau padat mengalir di area parkir.
(TRIBUNNEWSWIKI.com/Mikael Dafit)