5 Makna Filosofis Kolak di Bulan Ramadhan Menurut Agama: Ingatkan Manusia Soal Kematian

Kolak adalah makanan asal Indonesia berbahan dasar pisang atau ubi jalar yang direbus dengan santan dan gula aren.


zoom-inlihat foto
5-Makna-Filosofis-Kolak-di-Bulan-Ramadhan-Menurut-Agama-Ingatkan-Manusia-Soal-Kematian.jpg
Pinterest
5 Makna Filosofis Kolak di Bulan Ramadhan Menurut Agama: Ingatkan Manusia Soal Kematian


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kolak yang menjadi makanan khas Ramadhan ternyata memiliki makna filosofis yang mendalam lo Sobat Wiki.

Kolak adalah makanan asal Indonesia berbahan dasar pisang atau ubi jalar yang direbus dengan santan dan gula aren.

Kolak yang juga disebut kolek ini dikenal sebagai hidangan khas Ramadan lantaran pasti muncul saat bulan puasa tiba.

Biasanya, kolak terbuat dari pisang atau biji jalar.

Akan tetapi tidak menutup kemungkinan kolak bisa dibuat dengan bahan dasar yang lain.

Bahan-bahan lain tersebut di antaranya biji salah, durian, labu, terigu, tapai, hingga kolang-kaling.

Hidangan kolak memiliki sejarah panjang di Indonesia, bermula sebagai alat penyebaran agama hingga sebagai media pendekat diri dengan Tuhan.

Baca: 5 Cara Ampuh Khatam Alquran dalam 30 Hari Selama Bulan Ramadhan

Kolak biasanya disajikan sebagai makanan pembuka atau takjil saat waktu berbuka puasa telah datang.

Isian kolak sendiri biasanya terdiri dari buah pisang, ubi, tapai, kolang-kaling dengan ditambah kuah gula santan.

Dibalik hidangan manis dan gurih bernama kolak ini ternyata terdapat makna filosofis.

Makna filosofis tersebut juga berkaitan dengan nilai-nilai agama.

Mengutip wartakota.tribunnews.com, berikut arti kolak dalam agama:

1. Mengosongkan dosa

Menurut sejarah, dikatakan bahwa para wali-lah yang memperkenalkan kolak.

Selain menawarkan khazanah kuliner baru, para wali juga menginginkan agar masyarakat belajar nilai yang terkandung dalam makanan ini.

Kolak berasal dari kata khala dalam bahasa Arab yang berarti kosong.

Baca: Kolak Pisang

Maknanya adalah, kita sebagai manusia harus selalu bertaubat kepada Alloh agar kosong dari dosa.

Menurut para wali, sebaik-baiknya akhir hidup manusia adalah apabila kita meninggal dengan kekosongan dosa.

2. Mendekatkan diri pada Allah

Selain ‘khala’, ada pendapat lain yang mengatakan bahwa kolak berasal dari kata ‘kholaqo’yang juga bahasa Arab dan bisa diturunkan menjadi ‘kholiq’ yang artinya mencipta.





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di


KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved