TRIBUNNEWSWIKI.COM - Inilah sosok dari satu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan 2 orang anak yang bundir lompat dari lantai 22 apartemen di Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut).
Ternyata, satu keluarga lompat dari apartemen tersebut sempat menghilang selama 4 tahun sejak 2020.
Belakangan terungkap bahwa satu keluarga itu adalah mantan penghuni dari apartemen bernama Teluk Intan tersebut.
Sebab di tahun 2017, satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan dua anak tersebut mulai menempati apartemen di lantai 16.
Diberitakan sebelumnya, empat orang ditemukan meregang nyawa setelah mengakhiri hidupnya dengan lompat dari lantai 22 Apartemen Teluk Intan Penjaringan, Jakarta Utara pada Sabtu (9/3/2024).
Belakangan diketahui identitas dari para korban yang merupakan satu keluarga tersebut.
Mereka adalah ayah bernama Eddy Anwar (51), ibu berinisial AEL (53), anak perempuan berinisial JL (15), dan anak laki-laki berinisial JWE (13).
Baca: Misteri Benda yang Dibawa Satu Keluarga Bunuh Diri di Apartemen Jakarta Utara, Aksinya Terkuak CCTV
Rekaman CCTV menangkap momen saat keempatnya tiba di apartemen pukul 16.00 Wib.
Tampak satu keluarga tersebut langsung masuk ke lobi utama dan buru-buru menuju lift.
Rupanya satu keluarga tersebut hendak menuju ke lantai 21 guna melancarkan aksinya mengakhiri hidup.
Beberapa menit kemudian, satu keluarga tersebut pun ditemukan terjatuh dan kondisinya memilukan.
Keempat korban mengalami luka parah di kepala bagian belakang, hingga tulang patah di sekujur tubuh.
Kini para korban masih dalam proses visum di RSCM.
Baca: Kenal UAS, Ini Sosok MAS Suami Siti Nurul Fazila Ibu Bunuh Anak di Bekasi, Terkuak Pekerjaannya
Sosok satu keluarga lompat dari apartemen
Kabar kematian satu keluarga mengakhiri hidup itu sontak membuat penghuni apartemen terkejut.
Pasalnya diungkap para penghuni, korban adalah sosok yang tak dikenali sesama penghuni alias tertutup.
Padahal satu keluarga tersebut pernah tinggal di apartemen.
Selain itu, berdasarkan kabar yang beredar, satu keluarga tersebut adalah penghuni apartemen tempat peristiwa bunuh diri terjadi.
Kapolsek Penjaringan, Kompol Ady Wijaya menyebut satu keluarga tersebut memang pernah tinggal di apartemen selama beberapa tahun.
"Dulu mereka (satu keluarga Eddy Anwar) pernah tinggal di sini," kata Kompol Ady Wijaya dilansir TribunnewsBogor.com dari Tribun Jakarta.
Namun sudah sejak dua tahun terakhir, keluarga Eddy Anwar tak terlihat aktivitasnya di apartemen.
Baca: Tangan Saling Terikat, Ini Detik-detik Satu Keluarga Lompat dari Lantai 21 Apartemen Jakut, 4 Tewas
Sampai akhirnya di hari Sabtu kemarin, satu keluarga tersebut muncul dan membuat kejutan kepada para penghuni.
"Sudah dua tahun belakangan tidak tinggal di sini. Baru hari ini kembali lagi ke apartemen untuk melakukan kegiatan seperti ini," pungkas Kompol Ady Wijaya.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang tersebar di media sosial, korban kabarnya mulai tinggal di apartemen pada tahun 2017.
Lalu sejak tahun 2020, satu keluarga ini sempat menghilang alias tak kelihatan aktivitasnya di apartemen.
Terkait hal tersebut, kabarnya para korban sempat pulang kampung ke Solo selama pandemi di tahun 2020 tersebut.
Karenanya pihak apartemen tak pernah lagi melihat aktivitas satu keluarga tersebut.
Terkait informasi soal keluarga Eddy Anwar sempat pindah ke Solo, pihak kepolisian masih menyelidiki kebenarannya.
Baca: Sosok Siti Nurul Fazila, Ibu Muda Dapat Bisikan Gaib Bunuh Anak di Bekasi, Bukan Orang Sembarangan
Namun diungkap pihak kepolisian, motif kematian satu keluarga tersebut adalah untuk mengakhiri hidup.
"Kita belum menemukan keterangan persuaian dari saksi, jadi kita bisa menyimpulkan. Tapi yang pasti motif mereka bunuh diri," tegas Kompol Ady Wijaya.
Gelagat 1 keluarga lompat dari apartemen
Gelagat satu keluarga yang melompat dari gedung apartemen ini sempat terekam kamera pemantau CCTV.
Berdasarkan CCTV, keempat orang tersebut datang ke apartemen pada pukul 16.02 WIB hari Sabtu.
Mereka turun dari mobil Daihatsu Gran Max silver.
Masing-masing dari mereka terlihat membawa banyak tas slendang berjalan memasuki apartemen.
Mereka juga tampak mengenakan masker kecuali sang ayah.
Baca: Gajinya Miliaran Rupiah, Aden Wong Putuskan Mundur dari Dubai Port Usai Selingkuh dengan Tisya Erni
Kemudian pada pukul 16.04 WIB, empat orang tersebut masuk ke dalam lift.
Selama di dalam lift, sang ayah sempat memberikan kecupan terakhir di kening kepada istri dan kedua anaknya tersebut.
"Di dalam lift, EA mencium-cium kening dari ketiga orang lainnya," kata Kompol Agus Ady Wijaya.
Sementara sang ibu atau AEL terlihat mengumpulkan handphone-handphone dari keluarganya tersebut.
Pada pukul 16.05 WIB, mereka keluar dari lift di tangga 21 kemudian naik ke tangga darurat untuk ke rooftop apartemen.
Saat hendak masuk, mereka sempat berhenti beberapa saat di depan lubang pintu.
Sang istri yang berjalan paling depan berbalik dan sempat mengobrol dengan sang suami.
Baca: Cerdas dan Jenius, Ini Profil Amy BMJ, WNA Korea Selatan Bongkar Perselingkuhan Aden Wong-Tisya Erni
Sementara kedua anaknya tetap beranjak masuk.
Terlihat gelagat sang suami ketika berbicara sejenak tersebut.
Dia tampak sedikit emosi menggerakan tangan kanannya ke atas seperti sedang menyuruh semuanya tetap ke atas.
"Kemudian pukul 16.13 WIB, para korban terjatuh bersamaan di depan lobby apartemen," kata Kapolsek.
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Gidion Arif Setyawan mengatakan, keempat korban ditemukan tewas di depan lobi apartemen.
Meski demikian, pihak kepolisian belum mengantongi motif mengakhiri hidup yang dilakukan oleh satu keluarga ini.
"Empat mayat tersebut meninggal dunia akibat lompat dari lantai 22 apartemen. Untuk penyebab belum diketahui," ujar Kombes Gidion Arif Setyawan.
Baca: Pantas Aden Wong Kepincut Tisya Erni yang Pernah Terjerat Prostitusi, Eks Model Dewasa Lakukan Ini
Berdasarkan identifikasi tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polres Metro Jakarta Utara, ditemukan beberapa luka pada tubuh korban, antara lain:
- Korban EA: Luka parah pada bagian belakang kepala; pinggang, kedua tangan dan kaki patah;
- Korban AIL: Luka parah pada bagian belakang kepala; kedua tangan dan kaki patah;
- Korban JWA: Luka parah pada bagian belakang kepala; kedua tangan dan kaki patah;
- Korban JL: Luka parah pada bagian belakang kepala; kedua tangan dan kaki patah.
Kontak Bantuan
Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.
Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.
Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.
Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:
https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/
(tribunnewswiki.com/tribunnewsbogor.com)