TRIBUNNEWSWIKI.COM - Bukan Caleg DPR RI, Devara Putri Prananda (24) otak pembunuhan Indriana Dewi Eka Saputri (25) ternyata seorang penjual nasi kuning.
Hal tersebut diungkapkan oleh kelularga Devara Putri Prananda yang berinisial R.
R, tante dari Devara secara tegas membantah kabar keponakannya merupakan Caleg DPR RI.
Sebelumnya, nama Devara Putri Prananda tercatat sebagai Caleg DPR RI dari Partai Garuda.
Di situs KPU, nama Devara Putri Prananda tertulis sebagai Caleg DPR RI Dapil Jabar IX yang meliputi Sumedang, Majalengka dan Subang.
Bahkan, Devara mampu meraih 226 suara meski tidak pernah berkampanye.
Hal janggal ini sontak membuat R selaku tante Devara merasa keheranan.
Baca: Kaya Raya, Ini Sosok Aden Wong yang Diduga Selingkuh dengan Tisya Erni, Amy: Dia Petinggi Dubai Port
R menyebut sehari-hari Devara Putri Prananda atau yang disapa Ara membantunya menjual nasi kuning.
"Kesehariannya dia enggak ada yang caleg-caleg, kita bisa buktiin, tetangga semua sudah tahu," kata R kepada TribunJakarta.com di rumahnya di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat, pada Kamis (7/3/2024).
Saat membaca berita yang menyebut Devara Putri Prananda adalah Caleg DPR RI, R mengaku sangat kaget.
"Ara itu bukan caleg, kita kaget kok bisa," kata R.
Menurut R, Devara Putri Prananda pernah bercerita kepadanya kalau data-data pribadinya pernah diminta oleh seseorang.
"Ini anak memang pernah cerita, datanya diminta sama temannya, aku enggak tahu temannya siapa," kata R.
Diduga data Devara Putri Prananda dicatut untuk menjadi Caleg DPR RI Partai Garuda.
Baca: Serba Mewah, Inilah Gaya Hidup Indriana Dewi, Wanita Muda yang Dihabisi Caleg DPR RI Devara Putri
"Terus tiba-tiba namanya ada di partai itu," ujar R.
"Dia enggak tahu sama sekali," imbuhnya.
R menyebut Devara Putri Prananda bukan berasal dari keluarga yang berada.
Sehingga di matanya tak mungkin Devara Putri Prananda menjadi Caleg DPR RI.
"Anak segitu mau caleg, duit darimana?" ucap R.
"Ini anak bukan dari orang berada," tambahnya.
Partai Garuda tak kenal
Devara Putri Prananda meraih suara yang cukup tinggi meski tidak pernah melakukan kampanye.
Ia tercatat meraih 226 suara dalam Pemilu 2024.
Ajaibnya, Caleg dari Partai Garuda itu tidak pernah membentuk tim sukses untuk memenangkan dirinya.
Baca: Bergelagat Aneh, Ini Curhatan Terakhir Indriana Dewi yang Dibunuh Caleg DPR RI dan Pacarnya di Bogor
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua DPC Partai Garuda Kabupaten Majalengka, Soleh Somantri.
Soleh mengakui bahwa nama Devara Putri Prananda ada dalam daftar Caleg DPR RI Partai Garuda di Dapil Jabar IX.
Akan tetapi, Soleh mengaku tidak mengenal dan belum pernah bertemu dengan Devara.
Dia mengaku kaget mendengar salah satu kader partainya terlibat dalam pembunuhan berencana terhadap Indriana Dewi Eka Saputri (24) warga Cipinang, Jakarta Timur.
Diketahui Devara Putri Prananda tercatat sebagai Caleg DPR RI dari Dapil Jabar IX yang meliputi Sumedang, Majalengka dan Subang.
Soleh menyebutkan Devara Putri Prananda tidak pernah berkampanye di Kabupaten Majalengka selama masa kampanye Pemilu 2024.
Bahkan, Devara Putri Prananda juga tidak membentuk tim sukses di kabupaten tersebut.
Baca: Gaya Hidup Mewah Caleg Bogor, Kampanye Tenteng Tas Puluhan Juta dan Tak Copot Sepatu di Rumah Warga
Tak hanya itu, Devara Putri Prananda juga tidak memasang alat peraga kampanye (APK) dari mulai spanduk, baliho, stiker, dan lainnya di wilayah Kabupaten Majalengka.
Bahkan, Devara Putri Prananda tidak pernah berkomunikasi langsung dengan Soleh yang menjabat sebagai Ketua DPC Partai Garuda Kabupaten Majalengka.
"Kami mencoba membangun komunikasi dengan yang bersangkutan juga tidak direspons, sehingga seperti tidak serius berkampanye di Majalengka," kata Soleh Somantri saat ditemui di kawasan Jalan KH Abdul Halim, Kecamatan/Kabupaten Majalengka, Selasa (5/3/2024).
Soleh mengakui, sejak ramainya pemberitaan Devara Putri Prananda yang menjadi pelaku utama pembunuhan, DPP Partai Garuda langsung mengambil sikap untuk menonaktifkannya.
Bahkan, pihaknya juga mengakui sama sekali tidak mengenal dan tidak mengetahui sosok Devara Putri Prananda yang menjadi Caleg DPR RI dari Partai Garuda di Dapil Jabar IX.
"Sebenarnya, saya juga belum tahu kebenaran dari kasus ini, tetapi kalau melihat namanya, ya, yang itu (Caleg DPR RI dari Partai Garuda di Dapil Jabar IX)," kata Soleh Somantri.
Soleh sendiri mengaku kaget saat mendapat kabar bahwa Devara Putri Prananda terlibat kasus pembunuhan berencana bersama kekasihnya, bahkan hingga menyewa orang untuk menjadi eksekutor.
Baca: 39 Artis yang Terancam Gagal Jadi Anggota DPR RI: Anang Hermansyah, Chef Arnold hingga Venna Melinda
Namun meski begitu, ajaibnya Devara Putri Prananda bisa mengumpulkan 226 suara.
Perolehan suara itu berdasarkan data real count KPU dengan data masuk 67,38 persen, atau penghitungan 8.366 dari 12.416 TPS, yang dapat dipantau langsung di laman pemilu2024.kpu.go.id, Minggu (3/3/2024).
Perolehan suara Devara Putri Prananda termasuk lumayan dibanding caleg dari Partai Garuda yang lain.
Sebagai calon wakil rakyat, Devara sendiri mempunyai misi mengusulkan program kesehatan gratis bagi masyarakat yang tidak mampu.
Program ini akan menjamin akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau, sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Kronologi pembunuhan
Devara Putri Prananda membujuk kekasihnya Didot Alfiansyah untuk membunuh Indriana Dewi Eka Saputri.
Sebab saat itu Didot Alfiansyah juga diketahui menjalin hubungan dengan korban Indriana Dewi Eka.
"Saudara Didot mengatakan ingin kembali ke tersangka Devara, berpacaran kembali. Tapi tersangka Devara menyampaikan mau kembali asalkan Indriana Dewi tidak ada di dunia ini lagi, tidak mau melihat ada di dunia ini lagi," kata penyidik saat rekonstruksi di Kabupaten Bogor, Kamis (7/2/2024).
Baca: Bukan Orang Sembarangan, Ini Sosok Devara Putri Prananda Otak Pembunuhan Indriana, Disebut Caleg DPR
Didot Alfiansyah awalnya tidak bersedia melakukan hal itu, namun terus dibujuk rayu oleh Devara Putri Prananda.
"Tersangka Devara setiap ketemu terus menyampaikan hal tersebut," kata penyidik lagi di adegan pertama rekonstruksi.
Pada adegan kedua, Didot mendatangi eksekutor Muhammad Reza di bengkel.
Awalnya Muhammad Reza menolak, namun akhirnya setuju karena diimingi imbalan Rp 50 juta.
Ketiganya kemudian melakukan perencanaan pembunuhan di kostan Devara.
Di sana mereka menyiapkan alat berupa sarung tangan untuk menghilangkan jejak.
"Direncanakan sekitar semingguan," kata Dirkrimum Polda Jabar, Kombes Surawan.
Kemudian Indriana pun tewas dibunuh Didot dan Reza di kawasan Bukit Pelangi, Bogor, pada Selasa (20/2/2024).
Mayat Indriana lalu dibuang oleh ketiganya di kawasan Banjar.
"Setelah korban dibunuh lalu barang berharga milik korban dibawa oleh pelaku dan dijual. Ada 2 barang berharga yaitu tas LV dan jam tangan Rolex yang sudah kita sita dari pembelinya," pungkas Surawan.
(tribunnewswiki.com/tribunjakarta.com)
Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini