Saat dihubungi via telepon, Abu mengatakan bahwa interaksi pada video tersebut terjadi pada 17 Januari lalu.
Ketika itu Abu masuk ruang kerja setelah mengikuti serangkaian acara di luar kantor seperti sosialisasi Pilkada Damai dan Musrenbang.
"Saya pulang ke kantor dan ketika itu cuaca panas. Saya hanya pakai baju dalam kaos putih saja di ruangan," kata Abu kepada TribunSumsel.com dan Sripoku.com, Minggu (3/3/2024).
Di dalam ruangan, Abu bersama seorang staf pria bernama Asriadi yang sedang duduk di depan meja komputer.
Abu lalu memanggil bendahara kecamatan yang diketahui merupakan wanita dalam video.
"Di ruangan itu ada kami bertiga, bukan berdua."
"Asriadi sedang mengetik di komputer yang posisinya ada di balik lemari," terang Abu Rahmi.
Dirinya membenarkan duduk berhadapan dengan wanita yang merupakan bendahara kecamatan tersebut.
Setelah menerima laporan dari bendahara, Abu mengaku kembali menghadiri Musrenbang di salah satu desa hingga sore hari.
Menjelang waktu salat Magrib, Abu tiba di ruangan kerjanya dan mendapati staf bernama Asriadi masih duduk di depan komputer.
Sementara di luar ruang kerja, menurut Abu situasinya cukup ramai karena ada sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan para pegawai kantor camat.
"Saya tidak berduaan di ruangan dan situasi di kantor camat ketika itu ramai, bukannya sepi," tegas Abu.
Perihal video yang disebut-sebut hasil rekaman CCTV, Abu menyebut ruang kerjanya tak memiliki kamera pengawas.
"Ruangan tanpa CCTV. Pasang CCTV di situ sama saja maling," ujar Abu Rahmi Amir dengan nada kesal.
Dirinya mengaku tak tahu dari mana asal video tersebut dan bagaimana video tersebut bisa diambil.
Abu juga memastikan bahwa video yang beredar hasil editan karena menampakkan wanita setengah bugil dan dirinya yang telanjang dada.
"Ini fitnah keji, pencemaran nama baik. Video itu editan aplikasi dan staf saya yang laki-laki siap bersaksi," kata Abu.
Dia juga mempersilakan wartawan untuk datang langsung ke kantornya guna melihat tata letak ruangan dan sudut plafon yang disebut ada CCTV.
"Silakan datang, kapanpun saya siap," tandasnya.
Terpisah, sementara itu terkait dugaan tindakan asusila yang dilakukan oknum Camat Pemulutan Barat di Ogan Ilir, Sumatera Selatan bernama Abu Rahmi Ami dan seorang ASN, DPRD Ogan Ilir meminta pemerintah daerah mengambil langkah tegas.