Kemudian pada tanggal 13 Februari, korban kembali dihajar dan tangannya dibakar dengan korek api.
Selain itu, korban juga diancam jika melapor maka adiknya yang duduk di kelas 6 SD akan dianiaya, dilecehkan dan juga dibunuh oleh para pelaku.
Geng ini memang sudah ada sejak lama dan setiap ada anggota baru maka akan melakukan kegiatan berbau kekerasan.
“Kelompok ini telah berlangsung selama 9 generasi dan dimulai pada masa sekolah menengah atas. Agit tersebut akan merekrut anggota untuk bergabung dengan geng-geng ini, dan imbalan untuk bergabung dengan geng-geng ini bervariasi, seperti ditawari uang untuk bergabung, memiliki akses ke tempat parkir dekat binus,” tulis ibu korban di media sosial.
Tambahan informasi, per Selasa (20/2/2024) pagi, Geng Tai sudah ditweet sekitar 47,7 ribu unggahan di X (dulu Twitter).
Banyak dari warga Twitter yang menuliskan kata tersebut sambil mengunggah foto-foto terduga pelaku bullying.
Bahkan tak sedikit juga pula yang menuliskan Geng Tai sambil menyerukan permintaan pertanggungjawaban mereka terhadap korban perundungan.
Sebagian juga meminta Geng Tai diproses hukum.
Nama Geng Tai juga disematkan dalam cuitan yang menyebutkan nama lengkap pelaku hingga video yang diduga perundungan terjadi di warung itu.
Seperti yang diketahui, sejauh ini, anak Vincent Rompies diduga terlibat dalam aktivitas perundungan Geng Tai siswa Binus School.
Nah, Geng Tai ikut jadi sorotan.
Kabarnya, geng ini sudah ada sejak 9 generasi.
Diketahui, viral beredar video penganiayaan yang dilakukan oleh ‘Geng Tai’ siswa Binus School Serpong kepada adik kelasnya.
Aksi tersebut semakin viral lantaran salah satu anggota geng Tai adalah anak dari artis ternama Vincent Rompies yakni Legolas.
Dalam video yang diunggah akun Twitter @indomild pada Senin (19/2/2024) tampak aksi penganiayaan itu dilakukan di luar sekolah. Korban disundut dengan rokok.
Dalam informasi yang beredar, Geng Tai ini sering nongkrong di sebuah toko kecil di belakang sekolah yang bernama WARUNG IBU GAUL (WIG).
Dikutip dari akun Instagram Lambe Danu, ibu korban turut membeberkan kegiatan dari Geng Tai ini.
"Mereka berkumpul di toko tersebut setiap hari sepulang sekolah untuk melakukan kegiatan menyimpang yang mungkin mengandung unsur kriminal, seperti kekerasan, merokok di bawah umur, dan vaping.
Baca: Beredar Kabar Anak Vincent Dikeluarkan dari Binus, Bullying Diduga Terjadi 2 Kali di Bulan Februari
Dalam subkultur ini, senior atau kelas 12 disebut agit, mereka mengendalikan semua yang ada di geng," tulisnya.
Geng ini sudah berdiri selama 9 generasi.