Gonjang-ganjing Koalisi Perubahan, PKS dan NasDem Disebut Gabung Prabowo-Gibran, PKB & PDIP Oposisi

Gonjang-ganjing Koalisi Perubahan, PKS dan NasDem disebut akan bergabung dengan Prabowo-Gibran, sedangkan PKB dan PDIP menjadi oposisi.


zoom-inlihat foto
Prabowo-Subianto-87463.jpg
Yasuyoshi CHIBA / AFP
Prabowo Subianto


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gonjang-ganjing Koalisi Perubahan, PKS dan NasDem disebut akan bergabung dengan Prabowo-Gibran, sedangkan PKB dan PDIP menjadi oposisi.

Pemungutan suara Pilpres 2024 telah usai.

Dari hasil quick count, paslon nomor 02 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka berhasil unggul dari para pesaingnya dengan suara di atas 50 persen.

Real count KPU pun juga menunjukkan hasil yang sama, meski belum masuk 100 persen.

Melihat hasil tersebut, tentu sulit untuk paslon nomor 01 Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar dan paslon nomor 03 Ganjar Pranowo - Mahfud MD mengejar Prabowo-Gibran.

Kendati begitu, semua hasilnya masih harus menunggu dari hasil hitung manual oleh KPU.

Dikutip TribunnewsWiki dari Warta Kota, pengamat politik, Jerry Massie, mengatakan peta koalisi pun bakal segera berubah.

Baca: Unggul di Jabar, Inilah Gaji Komeng Jika Jadi Anggota DPD RI, Tunjangan 2 Digit Sudah Menanti

Baca: Terjawab Alasan Titiek Soeharto Cerai dengan Prabowo, Inilah Kisah Cinta Orangtua Didit Hediprasetyo

Prabowo-Gibran yang tadinya didukung Koalisi Indonesia Maju (KIM), terdiri dari Partai Golkar, Gerindra, Demokrat, PAN, Partai Gelora, Partai Prima, Partai Garuda dan PSI, tampaknya akan kedatangan 'tamu' baru.

Menurut Jerry, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan NasDem bakal bergabung ke koalisi Prabowo-Gibran.

Diketahui saat ini perolehan suara sementara PKS 7,61 persen.

"Memang sejauh ini belum ada pernyataan resmi PKS akan merapat ke koalisi Prabowo."

"Tapi saya nilai PKS secara aspek probabilitas politik besar kemungkinan mereka merapat dan bergabung dengan koalisi Prabowo," kata Jerry kepada Tribun, Sabtu (17/2/2024) dini hari.

Menurut Jerry, ada dua indikator kuat PKS bakal bergabung ke koalisi Prabowo-Gibran.

Pertama, dalam beberapa kesempatan Pilpres, PKS selalu mendukung Prabowo.

Baca: Sama-sama Tak Menikah Lagi, Ini Kata Titiek Soeharto soal Rujuk dengan Prabowo, Singgung Perceraian

Baca: Pantas Komeng Bisa Raup 1 Juta Suara di Pemilihan DPD Jabar, Terkuak Rahasia dan Visi Misinya

Jadi antara Gerindra-PKS punya masa lalu yang indah.

Hubungan mereka pun baik-baik saja.

Kedua yakni faktor Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Partai Demokrat.

"Saya pikir PKS pernah masuk kabinet SBY saat mereka berkoalisi pada 2004 silam. Apalagi sebelum hengkang bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju Demokrat terlihat mesra di Koalisi Perubahan," Kata Jerry.

Direktur P3S ini juga menyebut PKS dan Jokowi punya kenangan indah saat bersama-sama menjadi koalisi saat ayah kandung Gibran tersebut menjadi Wali Kota Surakarta beberapa waktu silam.

"Saya yakin Gibran juga akan legowo apalagi Jokowi," kata Jerry.

Menurut Jerry, Partai Nasdem juga kemungkinan bergabung dukung Prabowo-Gibran.

Baca: Inilah Sosok Wita Nidia Mantan Istri Mayor Teddy, Usai Cerai Langsung Nikah dengan Kapten Praditya

"Kalau PKB potensi koalisi kecil, lantaran Cak Imin (Muhaimin Iskandar) meninggalkan Prabowo sebelum berduet dengan Anies Baswedan," ujarnya.

Masuknya PKS dan Partai Nasdem ini lanjut Jerry bakal mengulang terjadinya koalisi tambun 2019, di mana ada sembilan partai politik yang bergabung ke koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Bisa jadi koalisi gemuk seperti 2019 lalu," ujarnya.

Lantas, bagaimana dengan nasib PDIP?

PDIP diprediksi bakal menjadi oposisi ditemani Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

"Kalau PPP PT 4 persen maka kemungkinan mereka akan bersama PDIP sebagai oposisi," ujarnya.

Sementara itu, Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani berharap PDIP tidak menjadi oposisi.

Baca: Inilah Ramalan Gus Dur soal Prabowo Subianto Jadi Presiden di Usia Tua, Satu per Satu Mulai Terbukti

Menurut Muzani, Prabowo berharap bisa merangkul semua kekuatan di Indonesia.

Termasuk kekuatan dari kubu lawan politiknya, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) dan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

"(PDIP mau oposisi) Sebagai sebuah pernyataan kami menghormati tetapi sekali lagi keinginan Pak Prabowo untuk merangkul semua kekuatan tetap akan kami lakukan," kata Muzani seusai menemani Prabowo ziarah ke makam Habib Kwitang di Jalan Kembang VI, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (16/2/2024).

Muzani menjelaskan bahwa Prabowo juga bakal segera menemui tokoh hingga pimpinan partai politik (parpol) kubu AMIN dan Ganjar-Mahfud.

Termasuk, tokoh-tokoh yang tidak mendukung Prabowo-Gibran.

"Baru saja juga beliau menyampaikan akan mendatangi beberapa tokoh yang juga tidak mendukung beliau," katanya.

Menurutnya, komunikasi dengan pihak kubu AMIN dan Ganjar-Mahfud sudah mulai terjalin.

Namun, ia tidak menampik bahwasanya komunikasi yang dilakukan masih dalam tahapan awal.

"Komunikasi kami dengan partai-partai di luar koalisi sudah mulai terjalin, meskipun baru tahap awal dan komunikasi itu Insya Allah akan terus kita lakukan dengan teman-teman yang ada di pihak 01 dan 03," ucapnya.

Lebih lanjut, Muzani menambahkan Prabowo juga telah meminta kepada jajarannya untuk terus melakukan komunikasi kepada pihak-pihak yang sebelumnya tak mendukung Prabowo-Gibran.

"Pak Prabowo juga meminta kepada kami untuk terus berkomunikasi dengan para pemimpin partai politik dan kekuatan-kekuatan yang kemarin tidak mendukung beliau," pungkasnya.

(tribunnewswiki.com/warta kota)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini





Penulis: Rakli Almughni
BERITATERKAIT
Ikuti kami di


KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved