TRIBUNNEWSWIKI.COM - Keluarga akhirnya angkat bicara soal hubungan asmara Junaedi pembunuh satu keluarga di Babulu Laut dengan korban Risna Jenita Sari.
Junaedi, 17 tahun, nekat menghabisi nyawa satu keluarga di Babulu Laut, Babulu, Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), pada Selasa, 6 Februari 2024, dini hari.
Siswa SMK tersebut melakukan aksi kejinya dengan menggunakan parang.
Total dalam satu keluarga itu ada 5 orang, dan semuanya tewas dibunuh Junaedi.
Korbannya antara lain adalah Waluyo (35), Sri Winarsih (34), Risna Jenita Sari (15), Vivi Dwi Suriani (10), dan Zhafi Aidil Adha (3).
Bahkan, setelah membunuh, pria kelahiran 2006 itu sempat merudapaksa jasad kedua korban perempuan, ibu dan anak.
Setelah muncul simpang siur terkait dengan motif pembunuhan itu, keluarga korban pun akhirnya angkat bicara.
Baca: Ini Postingan Terakhir Sri & Risna, Korban Keberingasan Junaedi Siswa SMK di Babulu Laut Kaltim
Randi, keluarga Waluyo, mengatakan bahwa keponakannya itu jarang bertemu dengan pelaku.
Meski demikian, ia tak menampik bahwa rumah korban dengan pelaku hanya berjaraka beberapa meter.
"Setahu saya jarang ketemu (korban dan pelaku). Orang samping rumah kok," kata Randy.
Ia juga menegaskan bahwa Junaedi sama sekali tidak memiliki hubungan apapun dengan Risna Jenita Sari.
Hingga saat ini, santer diperbincangkan bahwa Junaedi membunuh satu keluarga karena hubungannya dengan Risna tak direstui.
"Ndak ada itu hubungan asmara, ndak pernah, setahu saya keponakan saya kalau ada cowok ngomong sama saya," ujarnya.
"Setiap ada yang suka sama dia pasti cerita sama saya," sambungnya.
Baca: Bukan karena Asmara, Ternyata Ini Motif Junaedi Habisi Nyawa 1 Keluarga di Babulu, Eks Pacar Kesal
Walaupun tinggal berdekatan, kata Randi, Junaedi bukan tipe tetangga yang ramah.
"Ketemu orang juga gak mau senyum. Gak bermasyarakat," pungkasnya.
Sementara itu, Kapolres Penajam Paser Utara (PPU) AKBP Supriyanto menekankan Junaedi juga tidak mengakui memiliki hubungan dengan korban.
"Pelaku masalah asmaranya dari pihak pelaku tidak mengakui," katanya.
Dari hasil pemeriksaan polisi justru menemukan motif lain, yakni pencurian.
Sebab saat sedang mabuk dengan temannya tak jauh dari lokasi pembunuhan satu keluarga, pelaku sempat curhat.
Junaedi mengaku memiliki tanggungan untuk memperbaiki handphone.
Baca: SOSOK Junaedi, Siswa SMK Bunuh 1 Keluarga di Kaltim, Sempat Setubuhi Jasad Korban dan Buat Alibi
"Saat mabuk ada pembicaraan pelaku ini punya tanggungan unutuk menebus HP yang sedang diservis," katanya.
Demi mencukupi uang itu, pelaku kemudian mendatangi rumah korban.
"Pelaku mau mencukupi kebutuhan itu menyatroni rumah korban," katanya.
Setelah membunuh satu keluarga, Junaedi juga mengambil tiga unit handphone dan uang Rp 363 ribu.
"Selesai pembunuhan dia mengambil HP kemudian dirusak, dibuang ke sungai. Masih kami lacak," katanya.
Pengakuan Junaedi
Junaedi mengaku sempat menyetubuhi RJS yang diduga mantan pacarnya dalam keadaan sudah meninggal dunia.
Selain RJS, Junaedi juga menyetubuhi jasad Sri.
Pengakuan Junaedi saat melakukan aksi keji itu pun membuat geleng-geleng warganet tanah air.
Baca: Setubuhi Jasad Ibu & Eks Pacar, Ini Pengakuan Junaedi Siswa SMK yang Bunuh 1 Keluarga di Babulu Laut
Video dirinya saat diinterogasi pihak kepolisian beredar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, Junaedi terlihat ditanyai dua pria diduga polisi terkait dengan peristiwa pembunuhan tersebut.
Berikut pengakuan Junaedi:
"Leher juga?" tanya polisi dikutip dari video TikTok, Rabu, 7 Februari 2024.
"Kepala dua kali," jawab Junaedi yang tampak lemas.
"Semangat eh jangan lemas begitu," ucap seorang perempuan.
"Kepala empat kali kali ya," ucap Junaedi lagi.
"Kamu buka kelambu langsung kamu tebas gitu?" tanya polisi tegas.
Baca: Prabowo-Gibran Kuat di Jatim, Cek Hasil Survei Elektabilitas Pilpres 2024 Terbaru
"Iya lima kali kepala," jawab Junaedi.
Di sela-sela introgasi tersebut, Junaedi sempat menyandarkan kepalanya ke meja.
"Berarti si R yang terakhir kamu bunuh?" tanya seorang perempuan.
"Iya," jawab lemas Junaedi.
Junaedi pun membuat pengakuan soal persetubuhan yang sempat dilakukannya kepada R dan ibundanya.
Hal tak senonoh itu dilakukan secara gantian.
"Saat kamu melakukan persetubuhan itu, langsung?' tanya seorang perempuan lagi.
"Iya," kata Junaedi.
"Yang dibunuh R dulu apa mamahnya?" tanya lagi polisi.
"Mamahnya," jawab Junaedi.
"Berarti balik lagi ke kamar (mamahnya untuk memperkosa)," kata polisi yang dibenarkan Junaedi.
Sosok dan biodata Junaedi
Junaedi tercatat aktif sebagai seorang siswa SMK lokal di daerahnya.
Pria dengan tampang berkumis tersebut lahir di Balikpapan pada 27 Februari 2006.
Junaedi sendiri beralamat di RT 018, RW 000, Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu.
Junaedi juga cukup aktif bermain media sosial.
Ia memiliki akun Instagram bernama @pandora_junn.
Biodata
Nama: Junaedi
Tempat dan tanggal lahir: Balikpapan, 27 Februari 2006
Alamat: Babulu Laut, Babulu, PPU, Kaltim
Agama: Islam
Glongan darah: O
Ibu: -
Ayah: -
Pendidikan: SMK
Instagram: @pandora_junn
Facebook: -
TikTok: -
YouTube: -
Twitter/X: -
(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)
Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini