TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sebuah kisah memilukan datang dari seorang lansia berusia 90 tahun bernama Mbah Semi.
Mbah Semi hidup sebatang kara di Desa Gebyog, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Ia tinggal di rumah sederhana berukuran 4x6 meter.
Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya Mbah Semi bekerja dengan membuat opak.
Namun sayangnya upah yang ia terima sangatlah sedikit.
"Ini tadi pulang dari membuat opak, upahnya seikhlasnya, kadang sehari Rp5.000 untuk beli beras," ujar Mbah Semi dikutip dari TribunJatim.com, Minggu (28/1/2024).
Dilansir dari TribunJatim.com, Mbah Semi mempunyai anak laki-laki, namun anak tersebut sudah menikah.
Menyusul kemudian sang suami yang juga sudah meninggal.
Baca: Disebut Sebagai Abdi Negara, Berikut Tugas dan Tanggung Jawab Anggota KPPS di Pemilu 2024
Kondisi rumah
Kondisi rumah Mbah Semi tak kalah memprihatinkan.
Di ruang tamu tidak ada meja kursi, hanya ada bekas sisa susunan batu dan sisa arang bekas pembakaran di lantas.
"Kadang masak di situ kalau hujan. Biasanya masak di depan pintu kalau tidak hujan," jelas Mbah Semi.
Di samping kiri rumah Mbah Semi, ada bekas reruntuhan dinding batu bata bangunan rumah lamanya yang sudah lama ambruk karena tua.
Terlihat sebagian dindingnya digunakan sebagai dinding dapur yang kondisinya sangat mengkhawatirkan karena atap dapur juga lapuk.
Sebagian gentengnya itu pun bahkan berjatuhan.
Di ujung ruang, terdapat kamar mandi yang terlihat berantakan dengan kondisi lantai yang becek.
"Kalau mau ke belakang ada airnya, itu baru saya isi kebetulan Sanyo tetangga nyala."
"Kalau tidak nyala, ya mencari air di rumah tetangga," katanya, dilansir dari Kompas.com.