Hal tersebut tak lepas dari kurangnya sinkronisasi program dengan realitas di lapangan.
Menuju Jawa Tengah madani, menurutnya kondisi sekarang masih jauh panggang dari api.
Pasalnya, banyak pekerjaan rumah (PR) yang tak tuntas,
Statistik memperlihatkan bahwa Jateng menjadi provinsi paling miskin kedua di Pulau Jawa dengan 10,77 persen atau turun dari 10,98 persen pada September 2022.
Kemudian, jumlah penduduk miskin di Jateng 3,9 juta orang atau bertambah dari 3,8 juta orang pada September 2022.
Berdasarkan data BPS Jateng hingga bulan Februari 2022 angka pengangguran di Jateng naik 70 ribu orang atau sekitar 6,26 persen.
Hingga Februari 2022 ada 1,19 juta penduduk di Jateng menganggur.
Adapun pada bulan yang sama tahun 2021 pengangguran di Jateng 1,12 juta orang.
Dirinya juga mengkritisi paket bantuan program Keluarga Harapan (PKH), rehab rumah tidak layak huni (RTLH) dan elpiji untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang masih dikeluhkan pendistribusiannya di Jateng.
"Jateng belum menunjukkan kinerja bagus selama kepemimpinan pak Ganjar. Perlu diperbaiki data sasaran program agar tak salah sasaran," kata dia.
"Kemudian kemiskinan di Jateng masih jadi masalah klasik," tutur dia. (*)