Meski kedermawanannya sudah dikenal, dokter Lo menampik dirinya adalah tokoh inspiratif bagi Bangsa Indonesia yang akan berumur 70 tahun.
"Tokoh nasional apa, saya bukan siapa siapa, jangan dibesar besarkan. Saya hanya bantu warga yang sakit," katanya.
Sementara itu, pihak Rumah Sakit Kasih Ibu, menyatakan akan selalu mendukung pelayanan yang dilakukan dokter Lo.
Dokter Lo yang juga sempat menjadi direktur di rumah sakit tersebut menjadi inspirasi bagi para dokter muda di Kota Solo.
"Sosok yang sangat inspiratif bagi dokter lainnya, jadi tidak mengedepankan materi saja saat melayani pasien. Pihak Rumah sakit mendukung apa yang dilakukan dokter Lo," kata dokter Yulius Widiarto.
Plh Ketua PMI Surakarta, Sumartono Hadinoto memberikan konfirmasi atas meninggalnya Dokter Lo Siauw Ging.
“Sakit sepuh. Keluar masuk rumah sakit sudah berkali-kali. Meninggal jam 14.00,” jelasnya saat dihubungi TribunSolo.com, Selasa (9/1/2024).
Pihaknya membawa jenazah ke rumah duka Thiong Ting.
“Jenazah akan dibawa ke rumah duka Thiong Ting. Nanti sore segera masuk peti,” ungkapnya.
Sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan kapan akan memakamkan almarhum.
Ia masih menunggu keputusan dari istri almarhum.
“Belum tahu (dimakamkan kapan). Menunggu istri,” jelasnya.
Almarhum memang sudah sejak lama menderita sakit karena usia lanjut.
Terakhir sebelum ia meninggal sempat masuk rumah sakit sejak Jumat (5/1/2024) lalu.
“Sejak Jumat. Sebelumnya juga keluar masuk rumah sakit,” terangnya.
Sebelumnya juga sempat masuk rumah sakit. Lalu kondisinya sempat membaik sehingga dibawa pulang ke rumah.
“Pulang ke rumah berapa hari jumat masuk lagi. Hari ini meninggal,” jelasnya.
(TRIBUNNEWSWIKI)