Relawan Meninggal, TPN Ganjar-Mahfud Sebut Pelaku dari Pendukung Paslon Sebelah

Kabar duka datang dari pendukung capres-cawapres nomor urut 03, Ganjar Pranowo-Mahfud MD.


zoom-inlihat foto
ganjar-mahfud-03.jpg
Yasuyoshi CHIBA / AFP
Reaksi calon presiden sekaligus mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kiri) dan calon wakil presiden Mahfud MD saat menghadiri debat perdana pemilu presiden di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta, 12 Desember 2023.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kabar duka datang dari pendukung capres-cawapres nomor urut 03, Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Satu orang relawan Ganjar-Mahfud diketahui telah meninggal dunia karena mengalami penganiayaan.

Orang yang meninggal tersebut adalah relawan pendukung Ganjar-Mahfud di Klaten, Jawa Tengah.

Selain itu, sejumlah relawan Ganjar-Mahfud lainnya diketahui juga menderita luka berat setelah mengalami tindak kekerasan dan pengeroyokan oleh oknum aparat TNI di Boyolali.

Hal ini disampaikan oleh Deputi Hukum Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Todung Mulya Lubis.

Todung berujar bahwa relawannya yang meninggal dunia diduga mengalami kekerasan dan brutalitas oknum pendukung paslon yang lain.

"Yang meninggal dunia ada di Klaten, dan yang luka-luka itu empat di Boyolali. Mereka yang meninggal dunia ini adalah relawan pendukung Ganjar-Mahfud dan yang diduga mengalami kekerasan dan brutalitas dari pendukung paslon yang lain," kata Todung di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Sabtu, 30 Desember 2023, dikutip dari Kompas.tv.

Baca: Pantas Bidan Eka Anugrah Mampu Sumbang 100 Mobil Demi Dukung Anies Baswedan, Bukan Orang Sembarangan

Menurut Todung, kekerasan yang dialami relawan Ganjar-Mahfud membahayakan integritas pemilu, bahkan membahayakan masa depan pemilu yang aman dan damai.

"Hal ini dapat menimbulkan ketakutan di masyarakat," ujarnya.

"Saya minta media menyebarkan ini dan meminta akuntabilitas pihak yang berwajib terkait proses terhadap kasus kekerasan ini," imbuhnya.

Todung menegaskan, TPN Ganjar-Mahfud akan mengambil tindakan hukum atas laporan tersebut karena melanggar hukum dan mengancam demokrasi dalam proses Pemilu 2024.

"Kita ingin pemilu yang damai, pemilu yang tertib, pemilu yang sesuai aturan," tegasnya.

"Sehingga semua brutalitas dan tindak kekerasan itu melanggar hukum, tidak bisa dibiarkan dan kami akan memproses ini secara hukum sesuai hukum yang berlaku," tutur Todung.

Todung mengaku, pihaknya meminta kepada Panglima TNI untuk mengambil tindakan yang tegas dan mempertanggungjawabkan secara hukum mereka yang melakukan tindak kekerasan.

Baca: Pantas Hamish Daud Tak Bayar Gaji Karyawan, Terkuak Kondisi Ekonominya, Suami Raisa Ngeluh Hal Ini

Ganjar berduka

Mendengar ada relawannya yang meninggal, Ganjar Pranowo memberikan tanggapan.

Mantan Gubernur Jawa Tengah itu menyampaikan rasa duka atas meninggalnya salah seorang relawan di Klaten, Jawa Tengah.

"Saya turut berduka, kemarin saya dikabari ada relawan yang meninggal dunia. maka kita minta tim pemenangan untuk segera urus dan sekarang tim hukum mendalami soal itu," kata Ganjar.

Relawan Ganjar-Mahfud dianiaya TNI

Dua pendukung atau relawan dari capres-cawapres nomor urut 03, Ganjar Pranowo-Mahfud MD dianiaya oleh anggota TNI di Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu, 30 Desember 2023.

Video pendek penganiayaan pendukung Ganjar-Mahfud oleh TNI tersebut viral di media sosial.

Dalam video yang diunggah akun X @YRadianto, tampak sejumlah orang berambut cepak awalnya berada di pinggir jalan.

Akan tetapi, tidak lama kemudian langsung menghampiri pemotor yang sedang melintas.

Baca: Cak Imin Ngaku Ada yang Sogok Relawannya dengan Uang Besar Agar Berhenti Dukung AMIN

Narasi dalam video tersebut tertulis bahwa korban penganiayaan merupakan seorang relawan paslon Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

Saat itu, korban baru selesai dari sebuah acara dan langsung dicegat oleh sejumlah orang yang disebut oknum TNI dari Batalyon 408 tepatnya di traffic light Sonolayu, Boyolali, Jawa Tengah.

Dituliskan pula bahwa korban langsung dibawa ke pos penjagaan saat itu.

Penyebab penganiayaan itu disebut karena pendukung Ganjar-Mahfud tersebut mengendarai sepeda motor dengan knalpot tidak standar yang bersuara keras.

Dalam video tersebut terlihat korban yang mengenakan kaus bertuliskan Ganjar-Mahfud 2024 untuk Indonesia menunjukkan bibirnya yang jontor akibat pukulan oknum TNI.

Beberapa giginya juga terlihat rompal.

Baca: Cak Imin Tak Paham SGIE Pertanyaan Gibran, Anies Baswedan Beri Respons yang Buat Orang Tersenyum

Mabes TNI angkat bicara

Pihak TNI membenarkan adanya peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh anggota TNI.

Saat ini tengah dilakukan pemeriksaan di Denpom Surakarta.

"Oknum tersebut saat ini dalam proses pemeriksaan Denpom Surakarta," kata Kapuspen TNI Brigjen Nugraha Gumilar saat dihubungi Tribunnews.com, Sabtu (30/12/2023).

Nugraha tak merinci lebih detail terkait kronologi peristiwa penganiayaan tersebut.

Dia menyebut nantinya Kodam IV Diponegoro akan memberikan penjelasan.

"Untuk lebih jelas silakan langsung tanya ke Pendam IV Diponegoro," ujarnya.

(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini





Penulis: Rakli Almughni
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved