There was nothing else I could do
Tidak ada lagi yang bisa aku lakukan
And I forget about you long enough
Dan aku sudah melupakanmu cukup lama
To forget why I needed to
Untuk melupakan tentang mengapa aku perlu (melupakanmu)
Cause there we are again in the middle of the night
Karena kita kembali lagi di tengah malam
We're dancing around the kitchen in the refrigerator light
Kita menari di sekitar dapur dengan cahaya lampu dari kulkas
Down the stairs, I was there
Menuruni tangga, aku ada di sana
I remember it all too well
Aku mengingat semua itu dengan sangat baik
And there we are again when nobody had to know
Dan kita kembali ke sini lagi, saat tidak ada orang yang harus tahu
You kept me like a secret, but I kept you like an oath
Kau menjagaku seperti sebuah rahasia, tapi aku menjagamu seperti sebuah sumpah
Sacred prayer and we'd swear
Doa yang suci dan kita bersumpah
To remember it all too well, yeah
Untuk mengingat semua itu dengan sangat baik, ya
Well, maybe we got lost in translation
Mungkin kita teresat dalam terjemahan (tidak bisa berkomunikasi dengan baik)
Maybe I asked for too much
Mungkin aku terlalu banyak meminta
Baca: Sosok Joe Alwyn, Aktor Inggris yang Kini Jadi Mantan Taylor Swift Usai Jalani 6 Tahun Pacaran
But maybe this thing was a masterpiece til you tore it all up
Tapi mungkin saja ini adalah sebuah mahakarya sampai kau merobek semuanya
Running scared, I was there
Berlari ketakutan, aku ada di sana
I remember it all too well
Aku mengingat semua itu dengan sangat baik
And you call me up again just to break me like a promise
Dan kau menghubungiku lagi, hanya untuk menghancurkanku seperti sebuah janji
So casually cruel in the name of being honest
Begitu kejam, mengatasnamakan kejujuran
I'm a crumpled-up piece of paper lying here
Aku menjadi selembar kertas kusut yang tergeletak di sini
Cause I remember it all, all, all
Karena aku mengingat semuanya, semuanya, semuanya