INILAH 3 Tawanan yang Dihabisi Israel, Hamas: Kami Menjaga Tetap Hidup, Netanyahu Membunuhnya

Video tersebut memperlihatkan ketiga pria tersebut ketika masih hidup, tersenyum dan memegang kertas putih berisi nama dan nomor identitas mereka.


zoom-inlihat foto
3-Tawanan-yang-Dihabisi-Israel-Hamas-Kami-Menjaga-Tetap-Hidup-Netanyahu-Membunuhnya.jpg
Kolase Tribunnewswiki/Capture Al Jazeerah via HAMAS MILITARY
INILAH 3 Tawanan yang Dihabisi Israel, Hamas: Kami Menjaga Tetap Hidup, Netanyahu Membunuhnya


Tiga sandera Israel di Gaza oleh pasukan Israel bertelanjang dada dan salah satu dari mereka mengibarkan bendera putih, menurut inisial penyelidikan atas insiden tersebut, kata seorang pejabat militer, dikutip dari Al Jazeera.

Demonstrasi di Tel Aviv

Pengunjuk rasa sayap kanan Israel berdemonstrasi di dekat Kementerian Pertahanan di Tel Aviv pada 16 Desember 2023, dekat dengan demonstrasi lain yang dilakukan teman dan kerabat sandera Israel yang ditahan di Gaza sejak serangan 7 Oktober.
Pengunjuk rasa sayap kanan Israel berdemonstrasi di dekat Kementerian Pertahanan di Tel Aviv pada 16 Desember 2023, dekat dengan demonstrasi lain yang dilakukan teman dan kerabat sandera Israel yang ditahan di Gaza sejak serangan 7 Oktober. (Alberto PIZZOLI / AFP)

Tentara Israel, IDF, panen demo setelah serdadunya kembali melakukan tindakan konyol salah tembak dan menyebabkan 3 warga Israel tewas di Jalur Gaza.

Aksi demo ini dilakukan warga Israel dengan menggelar aksi turun ke jalanan di kota Tel Aviv.

Ketiga warga Israel yang tewas itu itu disebut "salah diidentifikasi" sehingga dirasa mereka adalah "ancaman" oleh tentara IDF yang beroperasi di Shujaiya, Gaza utara.

Para korban tersebut adalah Yotam Haïm, seorang drummer heavy metal berusia 28 tahun, Samer al-Talalqa, seorang dari suku Bedawi berusia 25 tahun dan Alon Lulu Shamriz, 26.

Dan pasukan Israel mengumumkan bahwa ketiga jenazah tersebut telah dipulangkan ke Israel.

Kemudian dikutip dari Associated Press, Sabtu (16/12/2023), Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dikabarkan menyesalkan terjadinya tragedi tersebut dan menyebut seluruh Negara Israel kini berduka.

Selanjutnya usai tewasnya warga Israel di tangan tentara IDF, keluarga sandera dan pendukungnya memutuskan untuk turun ke jalan dengan membawa foto para tawanan di depan Kementerian Pertahanan Israel di Tel Aviv.

Mereka menuntut untuk membuat kesepakatan segera bagi pembebasan para sandera. Ratusan pengunjuk rasa itu ikut berbaris bersama para keluarga dan memblokir jalan-jalan utama di Tel Aviv.

Mereka juga menumpahkan cat merah di jalan, yang dimaksudkan untuk melambangkan darah para sandera.

Protes yang berlangsung selama beberapa jam dari para pendemo mereka berteriak "kesepakatan, sekarang!" guna membebaskan para sandera.

Kemudian selepas tragedi ini, militer Israel atau yang juga dikenal sebagai IDF akan melakukan "jeda taktis" untuk memungkinkan pengisian kembali pasokan di Gaza selatan pada hari Sabtu.

Menurut kantor Koordinasi Kegiatan Pemerintah di Wilayah Israel (COGAT) dalam unggahan di X, "jeda" akan berlangsung di lingkungan Tel al Sultan di Rafah, antara pukul 10.00 hingga 14.00 waktu setempat.

Jeda serupa sebelumnya telah terjadi di lingkungan Al Salam dan Al Shabura di Rafah pada hari Rabu dan Kamis lalu.

Setelah tentara Israel mengumumkan rincian insiden tersebut, demonstrasi yang penuh kemarahan terjadi di depan Kementerian Pertahanan Israel di Tel Aviv.

Mereka menuntut kesepakatan segera untuk memulangkan sisa orang yang disandera oleh Hamas dari Jalur Gaza.

Para demonstran memblokir lalu lintas di Kaplan Junction ketika mereka berjalan menuju markas militer IDF di Kirya.

“Waktu mereka hampir habis! Bawa mereka pulang sekarang!” terdengar teriakan dari massa.

“Tidak ada kemenangan sampai setiap sandera dibebaskan!” kata mereka.





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved