Cara Resign yang Baik dan Benar agar Terlihat Profesional

Resign dari pekerjaan bisa bersifat emosional, dan Anda ingin menjaga hubungan profesional Anda tetap baik.


zoom-inlihat foto
Freepikcomka.jpg
Freepik.com via Tribun Jakarta
Ilustrasi resign. Simak tahapan dan cara mengajukan resign yang baik dan profesional


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Resign atau mengundurkan diri dari pekerjaan adalah hal yang lazim terjadi.

Akan tetapi, resign jarang sekali merupakan proses yang sederhana dan mulus, bahkan jika Anda membenci atasan atau memiliki tawaran yang lebih baik.

Resign dari pekerjaan bisa bersifat emosional, dan Anda ingin menjaga hubungan profesional Anda tetap baik.

Anthony Klotz, psikolog organisasi dan profesor di Texas A&M University, AS mengatakan bahwa mengundurkan diri dari pekerjaan tidak jauh berbeda dengan putus dengan pasangan.

“Terlepas dari cara Anda melakukan percakapan tersebut, ini adalah interaksi antarpribadi terkait dengan keputusan besar yang akan memengaruhi sejumlah orang,” katanya, dikutip dari CNBC via Kompas, Senin (11/12/2023).

Berikut ini cara resign yang baik dan profesional menurut pakar.

Anda perlu memperhatikan tiga hal penting agar proses resign dapat dilakukan dengan mulus.

1. Jangan kagetkan atasan

Langkah pertama yang harus Anda ambil setelah memutuskan untuk resign dari pekerjaan Anda adalah menjadwalkan pertemuan tatap muka, melalui telepon, atau video dengan atas untuk memberi tahu rencana Anda.

"Lebih cepat lebih baik,” ujar pakar karier LinkedIn Andrew McCaskill.

Baca: Detik-detik Istri Sah Bawa Pelakor ke Kantor Polisi, Labrak Selingkuhan Suami Lalu Siram dengan Kopi

"Tidak ada atasan yang ingin terkejut. Kirimkan e-mail kepada atasan dan katakan bahwa Anda ingin meluangkan waktu di kalender mereka untuk melakukan percakapan penting," imbuh McCaskill.

Anda disarankan untuk memberikan pemberitahuan setidaknya sebulan hingga dua minggu sebelum resign.

“Ini tidak hanya membantu perusahaan saat ini membuat rencana untuk mengisi peran tersebut, namun juga memberi Anda dan tim landasan untuk benar-benar melakukan transisi dan melepaskan pekerjaan Anda,” jelas McCaskill.

Ilustrasi hak karyawan mengundurkan diri, termasuk terkait ada atau tidaknya besaran pesangon mengundurkan diri. Karyawan resign dapat pesangon atau tidak?
Ilustrasi hak karyawan mengundurkan diri, termasuk terkait ada atau tidaknya besaran pesangon mengundurkan diri. Karyawan resign dapat pesangon atau tidak? (SHUTTERSTOCK via Tribun-Papua.com/Istimewa)

Dalam percakapan awal dengan atasan, McCaskill menyarankan untuk memperjelas niat Anda, tetapi tetap menyampaikan pengumuman secara singkat.

"Saya akan resign pada (masukkan tanggal) karena saya sedang mempersiapkan karier saya berikutnya," dan kemudian menindaklanjutinya dengan surat resign singkat melalui e-mail," saran dia.

Jika Anda merasa tidak nyaman memberi tahu atasan di mana Anda akan bekerja, ada beberapa penjelasan berbeda yang menurut McCaskill dapat Anda tunda.

"Anda bisa berkata, 'Semua detailnya belum terselesaikan, tapi begitu saya sudah siap, saya akan dengan senang hati membicarakan peran baru saya dan bahkan mendapatkan perspektif Anda tentang bagaimana saya bisa berkembang di masa depan," jelas dia.

Atau, jika Anda mengambil cuti, McCaskill menyarankan kalimar berikut.

"Saya akan mengambil cuti antara pekerjaan ini dan apa yang saya lakukan selanjutnya untuk mendapatkan pengaturan ulang yang baik sebelum memasuki peluang baru ini, tapi Saya pasti akan memberi tahu Anda apa yang akan terjadi setelah saya selesai."

2. Pertahankan sikap bersyukur





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Teman Tegar Maira:

    Teman Tegar Maira: Whisper form Papua adalah sebuah
  • Film - My Blackberry Girlfriend

    My Blackberry Girlfriend adalah sebuah film drama komedi
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved