TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perilaku psikopat ditunjukkan Panca Darmansyah (41) ketika membunuh 4 anak kandungnya sendiri di rumahnya di Jagakars, Jakarta Selatan.
Bagaimana tidak, Panca merekam aksi kejinya saat melakukan aksi pembunuhan terhadap 4 anaknya, yakni VA (6), S (4), A (3), dan As (1).
Panca Darmansyah merekam sendiri aksnya membunuh 4 anaknya dengan menggunakan ponsel genggam dan laptop miliknya.
Video rekaman yang memperlihatkan 4 anaknya tewas di tangannya itu kemudian disimpan di HP dan laptop.
Hal ini diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Bintoro.
Bintoro juga menyebutkan bahwa Panca juga merekam aksi kekerasan dala rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya, Devnisa Putri (27).
Aksi KDRT itu terjadi sebelum tragedi berdarah 4 anaknya tewas dibunuhnya.
Baca: AKHIRNYA Tahu 4 Anaknya Tewas di Jagakarsa, Begini Respons & Kondisi Devnisa Istri Panca Darmansyah
"Kami mendapatkan barang bukti berupa handphone dan juga laptop yang digunakan saudara P (Panca Darmansyah) untuk merekam sebelum kejadian, saat kejadian dan saat yang bersangkutan bermasalah dengan istrinya sudari D (Devnisa)," kata Bintoro kepada wartawan, Jumat, 8 Desember 2023.
Bintoro menyampaikan bahwa rekaman pembunuhan 4 anak tewas di jagakarsa itu menjadi salah satu alat bukti untuk polisi menetapkan sebagai tersanga pembunuhan.
Dikatakan Bintoro, penyidik masih menunggu alat bukti lainnya yaitu hasil otopsi.
"Selanjutnya kami masih menunggu hasil autopsi untuk digunakan sebagai alat bukti tambahan," ujar Bintoro.
Polisi telah menetapkan Panca Darmansyah sebagai tersangka atas kasus pembunuhan empat anaknya.
Panca melakukan pembunuhan itu dengan cara membekap mulut anaknya secara bergantian.
"Pengakuan daripada pelaku bahwa yang bersangkutan melakukan pembunuhan dengan cara membekap mulut korban satu per satu," ujar Bintoro.
Baca: Terungkap di YouTube Devnisa Putri, Begini Momen Panca Darmansyah Ngemong & Beri Kejutan ke Anaknya
Panca membekap mulut anaknya selama 15 menit hingga kehabisan napas.
Seusai korban dipastikan tak bernapas, kemudian tersangka melakukan hal yang sama kepada putri-putrinya yang lain hingga meregang nyawa.
"(Korban dibekap) dalam keadaan sadar. Penyekapannya pakai tangan," ucap Bintoro.
Peristiwa pembunuhan itu dilakukan Panca sekitar pukul 13.00 hingga 14.00 WIB atau selama 1 jam.
Bahkan, setelah melakukan pembunuhan itu, Panca sempat-sempatnya menata mainan favorit anak-anaknya.
Mainan tersebut ditata tepat disebelah jasad anak-anaknya, di dalam kamar rumah.