TRIBUNNEWSWIKI.COM - Geger soal Israel maling organ tubuh mayat rakyat Palestina.
Sontak saja, kemunculan dugaan Israel mencuri organ mayat warga Palestina ini hebohkan dunia.
Di balik serangan bertubi-tubi selama sebulan terakhir, Israel ternyata melakukan tindakan yang tak kalah biadab.
Kini terkuak kejahatan lain yang dilakukan Israel terhadap warga Gaza.
Organisasi Hak Asasi Manusia (HAM) yang bermarkas di Swiss, Euro-Med Monitor mengungkap dugaan kebiadaban Israel terhadap mayat-mayat warga Palestina yang menjadi korban serangannya.
Euro-Med melihat indikasi adanya pencurian organ vital mayat warga Palestina oleh pihak Israel untuk dijual.
Baca: Elon Musk Dukung Israel, Bela Penjajah Tumpas Hamas, Netizen Indonesia Kompak Boikot X (Twitter)
Baca: 2000 Tentara Israel Kabur dari Perang di Jalur Gaza, Takut Lawan Hamas ?
Tuduhan serius ini diunggah langsung Euro-Med di lamannya.
Mereka mendesak agar dibentuk komite investigasi internasional yang independen untuk menyelidiki dugaan pencurian organ ini.
Selama serangan Israel sejak 7 Oktober 2023, Euro-Med memiliki dokumentasi atas penyitaan jenazah di rumah sakit yang ada di Gaza oleh Israel.
Jenzaah yang diangkut tentara Israel berasal dari Rumah Sakit Al-Shifa, dari kawasan koridor aman di Jalan Salah Al-Din, dan termasuk dari Rumah Sakit Indonesia.
"Tentara Israel juga menggali dan menyita jenazah dari kuburan massal yang didirikan lebih dari 10 hari lalu di salah satu halaman Kompleks Medis Al-Shifa," tertulis di rilis Euro-Med, Minggu (26/11/2023).
Hanya puluhan jenazah yang diserahkan ke Palang Merah Internasional untuk proses penguburan.
Sedangkan puluhan jenazah lainnya masih ditahan tentara Israel.
Tudingan Euro-Med juga berdasarkan keterangan dari sejumlah tenaga medis profesional di Gaza.
"Para profesional medis ini menemukan bukti pencurian organ, termasuk hilangnya koklea dan kornea serta organ vital lainnya seperti hati, ginjal, dan jantung," terang Euro-Med.
Dokter di beberapa rumah sakit di Gaza mengatakan kepada tim Euro-Med Monitor bahwa pencurian organ tidak dapat dibuktikan atau disangkal hanya dengan pemeriksaan medis forensik, karena banyak jenazah menjalani prosedur pembedahan sebelum kematiannya.
Mereka menyatakan bahwa mustahil bagi mereka untuk melakukan pemeriksaan analitis penuh terhadap mayat-mayat yang ditemukan mengingat intensnya serangan udara dan artileri serta masuknya warga sipil yang terluka.
Namun mereka mendeteksi beberapa tanda kemungkinan pencurian organ oleh militer Israel.
Euro-Med mencatat, Israel memiliki sejarah panjang dalam menyimpan jenazah warga Palestina.
Israel menyimpan sedikitnya 145 jenazah warga Palestina di kamar mayatnya dan sekitar 255 jenazah di “Pemakaman Numbers”.