Starbucks Bantah Keras Donasikan Keuntungan dan Pro Israel, Begini Penjelasan Manajemen

Starbucks menjadi salah satu perusahaan asal Amerika Serikat yang menjadi sasaran boikot sejumlah negara


zoom-inlihat foto
Kevin-Dietsch-GETTY-IMAGES-AMERIKA-UTARA-Getty-Images-melalui-AFP-yg.jpg
Kevin Dietsch / GETTY IMAGES AMERIKA UTARA / Getty Images melalui AFP
Logo Starbucks


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Starbucks menjadi salah satu perusahaan asal Amerika Serikat yang menjadi sasaran boikot sejumlah negara, termasuk di Indonesia, imbas konflik di Palestina.

Di balik seruan boikot, terdapat tujuan yakni berhenti mendukung pihak-pihak yang terlibat dalam atau menormalisasi tindakan Israel terhadap Palestina.

Adapun gerakan global boikot dikampanyekan dengan tajuk BDS (Boycott, Divestment, Sanctions).

DBS adalah salah satu inisiatif global yang menentang pelanggaran hak-hak Palestina oleh Israel.

Sejumlah pihak menuding, raksasa kopi itu memiliki keterkaitan dan mendukung pemerintahan Israel secara finansial.

Di Indonesia sendiri, waralaba Starbucks dimiliki perusahaan lokal, PT Sari Coffee Indonesia yang sahamnya dikuasai PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP).

Kemudian, seruan boikot juga muncul setelah Starbucks menggugat serikat pekerjanya, Starbucks Workers United, yang menyatakan solidaritas terhadap Palestina.

Gugatan dilayangkan Starbucks, lantaran serikat pekerja dianggap menyalahgunakan nama, logo, dan kekayaan intelektual perusahaan.

Keputusan untuk menempuh jalur hukum itu kemudian memicu gerakan boikot Starbucks di berbagai negara.

Pasalnya, Starbucks dituding memberikan dukungan terhadap Israel yang tengah membombardir Jalur Gaza, Palestina.

Menanggapi tudingan yang disampaikan, manajemen Starbucks menyatakan, perusahaan tidak mendukung berbagai tindakan yang mengandung kebencian dan kekerasan.

Hal ini disampaikan Starbucks lewat laman resminya.

"Kami dengan tegas menyatakan tidak mendukung tindakan yang mengandung kebencian dan kekerasan, sepenuhnya mendukung usaha perdamaian di dunia," tulis Starbucks Indonesia di laman resminya, dikutip pada Sabtu (18/11/2023).

Manajemen menyatakan, Starbucks dan mantan presiden perusahaan, Howard Schultz, tidak pernah memberikan dukungan finansial kepada Israel.

Hal ini berdasarkan bentuk dari Starbucks yang merupakan organisasi non-politik.

Pernyataan ini juga disampaikan lewat laman resmi perusahaan yang diperbaharui pada Oktober 2023.

"Baik Starbucks maupun mantan pemimpin, presiden, dan CEO perusahaan, Howard Schultz, tidak memberikan dukungan finansial kepada pemerintah Israel dan/atau Angkatan Darat Israel dengan cara apa pun," tulis Starbucks.

"Tidak. Ini sama sekali tidak benar (Starbucks pernah mengirimkan keuntungannya kepada pemerintah Israel atau IDF)," tegas pernyataan Starbucks.

Logo Starbucks
Logo Starbucks (The Drum)

Sebagai jaringan kopi yang waralabanya dipegang oleh perusahaan lokal Indonesia, Starbucks Indonesia menyatakan prihatin dengan situasi yang tak kunjung membaik di Palestina.

"Melihat situasi global yang terjadi saat ini, Starbucks Indonesia turut berduka cita dan menyatakan simpati yang terdalam bagi mereka yang menjadi korban, terluka, terlantar, dan terkena dampak akibat aksi yang keji," tulis Starbucks.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved