TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri akhirnya buka suara soal dinamika politik yang melibatkan Mahkamah Konstitusi (MK) baru baru ini.
Megawati mengaku dirinya sangat prihatin.
Dirinya pun menyebutkan, peristiwa ini memperlihatkan terjadinya manipulasi hukum.
“Apa yang terjadi di Mahkamah Konstitusi akhir-akhir ini telah menyadarkan kita semua bahwa berbagai manipulasi hukum kembali terjadi. Itu semua akibat praktik kekuasaan yang telah mengabaikan kebenaran hakiki, politik atas dasar nurani,” kata Megawati dalam tayangan YouTube PDI Perjuangan, Minggu (12/11/2023), dikutip dari Kompas.com.
Megawati mengatakan, konstitusi adalah pranata kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus diikuti dengan selurus-lurusnya.
Konstitusi tidak hanya ditaati sebagai sebuah hukum dasar tertulis, namun harus memiliki roh yang mewakili kehendak dan tekad tentang bagaimana tata pemerintahan negara disusun dan dikelola dengan sebaik-baiknya, sebagaimana cita-cita para pendiri bangsa.
Demi mencapai tujuan tersebut, dibentuklah Mahkamah Konstitusi yang keberadaannya diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 7B, Pasal 24 ayat (2), dan Pasal 24C.
“Dari namanya saja Mahkamah Konstitusi ini seharusnya sangat-sangat berwibawa, memiliki tugas yang sangat berat dan penting guna mewakili seluruh rakyat Indonesia di dalam mengawal konstitusi demokrasi,” ujarnya.
Megawati menyebutkan pembentukan MK adalah bagian dari reformasi yang dikehendaki oleh rakyat.
Reformasi adalah momen perlawanan rakyat terhadap watak dan kultur pemerintahan yang pada waktu itu sangat otoriter.
“Dalam kultur dan sangat sentralistik ini, lahirlah nepotisme, kolusi, dan korupsi. Praktik kekuasaan yang seperti inilah yang mendorong lahirnya reformasi,” kata Mega.
Baca: Sindir Pedas Jokowi, Rocky Gerung: Megawati Mengerti Demokrasi, Jokowi Tidak
Di era reformasi sekarang ini, rekayasa hukum tidak boleh terjadi lagi.
Hukum harus menjadi alat yang menghadirkan kebenaran, mewujudkan keadilan, dan alat untuk mengayomi bangsa dan negara.
Dirinya kemudian berpesan kepada semua pihak untuk mengawal Pemilu 2024.
Pemilu mendatang hendaknya menjadi momentum untuk mendapatkan pemimpin terbaik yang benar-benar mewakili kehendak rakyat, mengayomi agar Indonesia menjadi bangsa hebat unggul dan berdiri di atas kaki sendiri.
“Jangan lupa terus kawal demokrasi berdasarkan nurani. Jangan takut untuk bersuara. Jangan takut untuk berpendapat, selama segala sesuatunya tetap berakar pada kehendak hati rakyat,” ucapnya.
Sebagai warga bangsa, setiap anak negeri wajib mengawal dan menegakkan demokrasi agar tidak terjadi kesewenang-wenangan. Menurut dia, kedaulatan rakyat harus terus dijunjung tinggi.
Pemilu wajib diselenggarakan secara demokratis, jujur, adil, langsung, umum, bebas dan rahasia tanpa ada kecuali. Tak boleh ada intimidasi rakyat seperti dulu lagi.
“Jangan biarkan kecurangan pemilu yang akhir ini terlihat sudah mulai akan terjadi lagi. Gunakan hak pilihmu dengan tuntunan nurani,” katanya.
Mega mengatakan, keputusan Majelis Kehormatan MK yang memecat Anwar Usman dari Ketua MK telah memberikan cahaya terang di tengah kegelapan demokrasi.