Seniman Sliman Mansour menceritakan dalam wawancara dengan The National pada tahun 2021, ketika pameran yang menampilkan karyanya pada tahun 1980 ditutup karena beberapa bagian menggambarkan bendera Palestina.
“Mereka mengatakan kepada kami bahwa mengecat bendera Palestina itu dilarang, tapi warnanya juga dilarang. Maka Issam berkata, 'Bagaimana jika saya membuat bunga berwarna merah, hijau, hitam, dan putih?', dan petugas itu menjawab dengan marah, 'Akan disita. Bahkan jika Anda mengecat semangka, itu akan disita,'” kata Mansour kepada The National.
Saat ini, Israel tidak lagi melarang bendera Palestina berdasarkan hukum.
Baca: ALASAN Semangka Jadi Simbol Dukungan kepada Palestina
Meski begitu, para pemimpin terkemuka Israel telah menyatakan penolakannya terhadap pengibaran bendera tersebut dalam suasana protes.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut kehadiran bendera pada protes sebagai “hasutan”.
Pada tahun 2023, Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memberi wewenang kepada polisi dan Pasukan Pertahanan Israel untuk menghapus gambar semangka jika dianggap ada ancaman terhadap ketertiban umum, dikutip dari Al Jazeera.
Ia juga mengatakan, menerbangkan pesawat Palestina dengan benderanya adalah tanda dukungan terhadap barbarisme.
Jadi, meski bendera Palestina diperbolehkan secara hukum, terkadang orang-orang yang membicarakan Palestina sering menggunakan simbol semangka untuk menghindari sensor atau diberi label yang salah.
Ketegangan terbaru antara Israel dan militan Hamas Palestina terjadi setelah Hamas menyerang Israel melalui perbatasan Jalur Gaza pada Sabtu (7/10/2023) pagi.
Hamas mengatakan serangan itu adalah respons terhadap kekerasan yang dilakukan Israel terhadap Palestina selama ini.
Hamas menculik kurang lebih 200 warga Israel dan meluncurkan ratusan roket, yang menewaskan 1.538 warga Israel, dikutip dari Al Jazeera.
Israel membalas serangan dengan membombardir Gaza, yang diyakini sebagai pusat komando Hamas.
Sementara itu, lebih dari 8.306 warga Palestina meninggal dunia dan lebih dari 19.450 lainnya terluka di Gaza hingga Rabu (1/11/2023).
(BANJARMASINPOS/TRIBUNNEWSWIKI)
Baca berita terkait Palestina di sini