Gibran Beri Jawaban Menohok Usai Disebut Membangkang oleh PDIP

Gibran disebut sebagai pembangkang karena memutuskan menjadi bakal calon Wakil Presiden Prabowo Subianto


zoom-inlihat foto
Foto-Stok-Wali-Kota-Solo-Gibran-Rakabuming-RakaKOMPAScomKRISTIANTO-PURNOMO.jpg
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Foto Stok: Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gibran Rakabuming Raka, Wali Kota Solo, akhirnya buka suara usai dirinua disebut sebagai pembangkang oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah.

Gibran disebut sebagai pembangkang karena memutuskan menjadi bakal calon Wakil Presiden Prabowo Subianto sehingga harus berhadapan dengan Ganjar Pranowo-Mahfud MD, yang diusung PDI Perjuangan.

"Soal itu ya silakan ditanyakan ke beliau, tanya ke Pak Ahmad Basarah. Beliau yang lebih tahu," ungkap Gibran saat berkunjung ke kampung Nanggulan Kecamatan Tingkir Kota Salatiga, Minggu (29/10/2023).

Soal Kartu Tanda Anggota (KTA) PDI Perjuangan yang dipermasalahkan, Gibran juga menegaskan sudah berkomunikasi dengan Puan Maharani.

"Soal itu kan saya sudah jawab terus, saya sudah komunikasi langsung dengan Mbak Puan," paparnya.

Gibran juga menegaskan dirinya belum mengajukan cuti sebagai Wali Kota Surakarta.

Baca: Ketua DPC PDIP Solo Rudy Kirim WA ke Gibran Ajak Ketemu Bahas soal KTA PDIP: Menurut Saya Etika Lah

Baca: Suarakan Perubahan, Anies Baswedan Singgung Soal Nepotisme : Kalau Nanti Berkuasa Pasti Curang

"Ya belum, kan saya masih masuk dan ngantor seperti biasa, masih masuk," jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPC Gerindra Kota Salatiga Yuliyanto menargetkan kemenangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam Pemilihan Presiden 2024.

"Targetkan jelas kita menang, satu TPS setidaknya bisa meraup suara dari 35 keluarga, sehingga meraih 50 persen suara di Salatiga. Menang satu putaran," tegasnya.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (KOMPAS.COM/Pemkot Solo)

Yuliyanto mengungkapkan kemenangan tersebut bisa dicapai karena partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) telah berkoordinasi dengan relawan.

"Setidaknya hingga saat ini ada lima relawan, baik dari Relawan Prabowo maupun Relawan Gibran yang sudah koordinasi," kata Yuliyanto.

PDI-P Sebut Pencalonan Gibran Pembangkangan Konstitusi

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristiyanto menilai, pencalonan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) merupakan bentuk political disobidience atau ketidaktaatan politik terhadap konstitusi.

Diketahui, putra sulung Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang berusia 36 tahun itu dipilih sebagai bakal cawapres oleh Prabowo Subianto untuk bertarung dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Padahal, berdasarkan aturan yang ada, syarat usia bakal capres-cawapres minimal adalah 40 tahun. Tetapi Gibran lolos setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengubah syarat tersebut, mereka yang yang berusia di bawah 40 tahun namun pernah menjabat sebagai kepala daerah dapat mencalonkan diri.

"Apa yang terjadi dengan seluruh mata rantai pencalonan Mas Gibran, sebenarnya adalah political disobidience terhadap konstitusi dan rakyat Indonesia," kata Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulis, Minggu (29/10/2023).

Baca: Nasib Gibran di PDIP, Puan Maharani Sebut Cuma Pamitan jadi Cawapres Bukan Mundur dari Partai

Baca: PDIP Sedih Ditinggal Jokowi, Ganjar: Banteng Enggak Cengeng !

Dalam kesempatan ini, Hasto mengungkapkan rasa sayang partainya untuk Jokowi dan keluarga. Dukungan PDI-P mengalir ke Joko Widodo sejak menjadi Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta hingga menjadi Presiden RI dua periode.

Selain itu, Gibran Rakabuming Raka juga didukung PDI-P menjadi Wali Kota Solo. Bahkan, menantu presiden Jokowi, Bobby Nasution turut didukung Partai Banteng menjadi Wali Kota Medan.

"Seluruh simpatisan, anggota dan kader Partai sepertinya belum selesai rasa lelahnya setelah berturut-turut bekerja dari 5 Pilkada dan 2 Pilpres. Itu wujud rasa sayang kami," kata Hasto.

Meskipun dukungan selama puluhan tahun diberikan oleh PDI-P, akan tetapi partai berlambang kepala banteng itu tetap ditinggalkan oleh Jokowi dan keluarga. Hal ini menimbulkan kesedihan mendalam bagi PDI-P dan akar rumputnya yang membesarkan nama Jokowi dan keluarga.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved