"Demikian juga sebaliknya Megawati yang merasa bahwa itu kan terhina, tuh. Seorang kader ya mestinya dari awal bilang mundur, tapi di hari-hari terakhir baru pamit dari PDIP setelah ada kepastian dia mau jadi cawapresnya Prabowo kan," ujar Rocky menjelaskan.
Menurut Rocky, Gibran menjadi bersikap sangat oportunis karena meminta mundur setelah dia jadi cawapres.
"Secara etis memang tidak ada dasarnya itu, kecuali kita mau hitung itu sebagai perintah Pak Jokowi, ‘Tunggu aja kamu tuh karena Megawati lagi hina-hina saya, maka saya juga mau hinda-hina dia terus,'" kata Rocky.
Rocky juga menyinggung Megawati yang tak kunjung memecat Gibran. Menurutnya, Gibran seharusnya dipecat karena sudah jelas melanggar anggaran partai atau melanggar kesepakatan di dalam partai.
Baca: Jokowi, Anwar Usman, Gibran dan Kaesang Resmi Dilaporkan ke KPK Terkait Korupsi, Kolusi & Nepotisme
“Tapi dibiarkan, jadi betul-betul ini seolah-olah memancing sampai peluru terakhir dikuras baru menyatakan ceasefire (gencatan senjata) atau justru sebelum ceasefire, diperpanjang perang itu."
Adapun mengenai Jokowi, Rocky mengatakan sebaiknya jika Jokowi memang pro Prabowo, langsung menyatakannya saja.
“Enggak usah main-main tuh sehingga Prabowo pernah dalam suatu keadaanya yang gamang juga."
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Megawati di sini.