Umumkan Cawapres saat Jokowi di LN, PDIP Disebut Ingin Putuskan Ketergantungan pada Jokowi

PDIP disebut ingin membuktikan bahwa pihaknya tetap kokoh dan tidak bergantung pada populisme Jokowi. 


zoom-inlihat foto
Jokowi-dan-Megawati-6.jpg
Tribunnews
Presiden Joko Widodo (kiri) dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pengamat politik Ahmad Khoirul Umam menduga keputusan PDIP mengumumkan bakal cawapres Ganjar Pranowo tanpa kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memperlihatkan bahwa partai itu ingin memutus ketergantungan politik pada sosok Jokowi.

Jokowi tidak menghadiri deklarasi itu karena sedang melakukan kunjungan kerja ke luar negeri.

"Pengumuman Mahfud MD selaku cawapres pendamping Ganjar di saat Presiden Jokowi sedang melakukan lawatan luar negeri ke Cina dan Saudi Arabia, bisa dimaknai bahwa PDIP ingin secara tegas memutus ketergantungan politiknya pada figur Jokowi," kata Imam, Rabu, (18/10/2023), dikutip dari Kompas.com.

Di samping itu, Umam mengatakan tidak dilibatkannya Jokowi dalam pengambilan keputusan mengenai sosok cawapres Ganjar telah mempertegas bahwa PDIP ingin membuktikan bahwa pihaknya tetap kokoh dan tidak bergantung pada populisme Jokowi

"Hal itu juga dikonfirmasi oleh penundaan pemanggilan putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka oleh Sekjen DPP PDIP Hasto Kristianto terkait wacana pencawapresannya setelah keluar putusan MK kemarin," kata Umam yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic) 

"Artinya, PDIP tidak lagi mempertimbangkan variabel Jokowi dalam menjalankan mesin politiknya."

Baca: Mahfud MD Jadi Bakal Cawapres, Megawati Kini Tak Takut Di-bully Wartawan: Mahfud Belain Saya

Megawati tunjuk Mahfud MD

PDIP resmi menunjuk Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD sebagai bakal cawapres pendamping Ganjar Pranowo.

Keputusan itu disampaikan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di kantor DPP PDI-P, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu pagi, (18/10/2023).

"Hari ini hari Rabu tanggal 18 Oktober 2023, saya dengan mantap, ini saya telah mengambil keputusan semuanya. Saya tunjukkan sebesar-besarnya bagi kepentingan rakyat bangsa dan negara. Karena itulah dengan mengucapkan bismillahhirahmanirrahim maka calon wakil presiden yang dipilih oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang akan mendampingi Bapak Ganjar Pranowo adalah Bapak Profesor Doktor Mahfud MD," kata Megawati.

Dalam momen itu Megawati ditemani oleh Ketua Umum PPP Mardiono, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang, Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, Ketua DPP PDI-P Puan Maharani, dan sejumlah anggota Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo.

Baca: JANJI Mahfud MD setelah Jadi Bakal Cawapres Ganjar Pranowo

Baca: Mahfud MD Jadi Bakal Cawapres Ganjar Pranowo di Pilpres 2024, Diumumkan Langsung Oleh Megawati

Berharap menang satu putaran

Ketua DPP PDIP Puan Maharani optimistis bahwa pasangan yang didukung koalisi PDIP itu bisa menang satu putaran pilpres.

Dia ingin seluruh elemen partai pendukung beserta dengan relawan bekerja terus di level akar rumput guna memenangkan Ganjar. mewujudkan hal itu.

Hal tersebut disampaikan puan saat menjawab pertanyaan wartawan usai deklarasi Mahfud MD sebagai wakil presiden Ganjar Pranowo.

"Kemungkinan besar Pilpres akan diikuti oleh tiga pasangan capres dan cawapres. Tentu saja kami harus realistis. Tapi kalau ditanya apakah kami optimistis, tentu kami sangat optimistis," kata Puan di Kantor DPP PDIP saat ditemui wartawan selepas deklarasai Mahfud sebagai bakal cawapres.

Kala itu Puan yang didampingi oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Presiden, Arsjad Rasjid.

Baca: Megawati Umumkan Mahfud MD Resmi Jadi Cawapres Ganjar Pranowo: Demi Kepentingan Bangsa dan Negara

Baca: Bukan Prank, Mahfud MD Resmi Bakal Cawapres Ganjar Pranowo

Puan menjelaskan alasan Jokowi tidak menghadiri deklarasi itu. Menurut Puan, Jokowi yang menjadi salah satu kader terbaik PDIP kini sedang menjalankan tugas negara.

Dia mengaku bisa memaklumi ketidakhadiran Jokowi pada acara itu. Puan juga membantah bahwa Jokowi tidak hadir karena pecah kongsi dengan PDIP perihal cawapres.

 "Enggak ada pecah kongsi, sama sekali. Semuanya baik-baik saja," ujar Puan di kantor DPP PDI-P, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Rabu (18/10/2023).

Kata Puan, PDI-P menghormati semua sikap politik dari sejumlah tokoh. Akan tetapi, tidak dijelaskan apakah itu terkait dengan sikap politik Jokowi dalam pilpres mendatang.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Pilpres 2024 di sini.





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved