AS Dukung Berdirinya Negara Palestina, tetapi Tegaskan Hamas Harus Dihancurkan

Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan mendukung berdirinya negara Palestina.


zoom-inlihat foto
Joe-Biden-Netanyahu.jpg
JIM WATSON / AFP
Presiden Amerika Serikat Joe Biden (kanan) bersalaman dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat bertemu di sela-sela sidang Majelis Umum PBB ke-78 di New York, (20/9/2023).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengaku mendukung berdirinya sebuah negara untuk warga Palestina.

Namun, Biden mengatakan kelompok militan Hamas yang kini berada di Gaza harus dihancurkan terlebih dahulu.

Hal itu disampaikan Biden saat wawancara dalam program 60 Minutes yang ditayangkan pada hari Minggu, (15/10/2023).

Dalam program itu Biden kembali mengecam serangan tiba-tiba Hamas ke Israel pada hari Sabtu, (7/10/2023).

"Kita berkata kepada dunia: Ini gawat. Bahkan, ini bukan perilaku yang manusiawi. Itu barbarisme sepenuhnya," kata Biden dikutip dari Business Insider.

Dia juga menyebut bahwa Hamas harus dilenyapkan sepenuhnya.

"Ya, (harus dilenyapkan). Namun, harus ada sebuah otoritas Palestina. Harus ada jalan ke arah berdirinya negara Palestina."

Baca: Sebut Hamas Pengecut, AS Tegaskan Hamas Harus Dimusnahkan sampai Habis

Biden menyinggung "solusi dua negara", yakni negara Israel dan negara Palestina untuk mengatasi konflik di sana.

Akan tetapi, Biden mengakui bahwa Israel tak akan bersedia menerima solusi dua negara setelah Hamas melancarkan serangan.

Dia meyakini Israel paham bahwa "sebagian besar warga Palestina memiliki pandangan yang berbeda dengan Hamas dan Hisbullah".

Dalam wawancara itu Biden menyindir Hamas sebagai "pengecut".

"Mereka (Israel) harus mengejar Hamas. Hamas adalah sekelompok pengecut. Mereka bersembunyi di balik warga sipil. Mereka menempatkan markas mereka di tempat warga sipil."

Di sisi lain, Biden memperingatkan Israel untuk tidak menduduki Gaza. "Jika Israel menduduki Gaza lagi, itu akan menjadi kesalahan," katanya.

Israel pernah menduduki wilayah Tepi Barat, Gaza, dan Yerusalem Timur saat perang tahun 1967. Israel menarik pasukan dan warganya dari Gaza pada tahun 2005.

Baca: Iran Ancam Bakal Ikut Campur jika Israel Terus Lancarkan Serangan ke Gaza

Seorang warga Palestina di Kota Rafah, Gaza, ditandu setelah Israel melancarkan serangan, (12/10/2023).
Seorang warga Palestina di Kota Rafah, Gaza, ditandu setelah Israel melancarkan serangan, (12/10/2023). (SAID KHATIB / AFP)

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengumumkan pihaknya mengerahkan kapal induk kedua AS ke Laut Tengah bagian timur.

Pengerahan itu untuk menghalangi pihak-pihak yang ingin membuat perang melebar.

"Kapal induk ini ditemani oleh kapal perang dan jet tempur. Setiap upaya dilakukan untuk mencegah perang itu menjadi konflik regional," kata seorang pejabat AS.

Dia turut menyinggung Iran yang berpotensi ikut campur. "Iran adalah masalah besar," katanya.

Biden juga sudah meminta Iran untuk tidak membuat situasi makin panas.

Pada hari Sabtu, Biden berbicara dengan Netanyahu dan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas lewat panggilan telepon terpisah.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved