Hanya saja, sejak somasi dilayangkan pada 27 September 2023, pihak rumah sakit tidak memberikan respons.
"Di situ ada perdebatan panas dan keributan sehingga mereka mau memberikan resume hasil medis, tapi tidak memberikan rekam medis," ungkapnya.
"Itu dia hal yang berbeda. Kami tidak tahu apa alasan tidak diberikan rekam medis ini, kenapa tidak ditunjukkan."
Di sisi lain, pihak RS Kartika Husada memastikan operasi amandel terhadap A dilakukan berdasarkan prosedur.
Mereka membantah tudingan malpraktik yang dilayangkan keluarga A.
"Tindakan operasi sudah sesuai prosedur pelayanan dan operasi berjalan lancar. Tapi di ruang pemulihan terjadi keadaan yang tidak diinginkan," ungkap perwakilan manajemen RS Kartika Husada, Rahma Indah Permatasari.
Rahma mengatakan, henti napas merupakan satu di antara risiko pembiusan selama tindakan operasi.
Saat kondisi kesehatan A menurun, pihak rumah sakit telah berupaya memberikan perawatan maksimal.
"Kondisi pasien tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Pada perawatan hari keempat, tim dokter mendiagnosis pasien diduga mengalami mati batang otak secara klinis dengan melakukan beberapa pemeriksaan," jelasnya.
"Upaya terbaik terus dilakukan demi memberikan pelayanan bagi pasien."
Upaya pihak rumah sakit kala itu adalah mencarikan rujukan rumah sakit lain hingga berusaha mendatangkan dokter yang lebih berkompeten untuk merawat A.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)