3 Anggota TNI Bunuh Imam Masykur, Diduga Diperintah Pengusaha & Cari Korban secara Acak

Diduga ada seorang pengusaha yang memerintahkan anggota TNI memeras Imam Masykur.


zoom-inlihat foto
Imam-Masykur-2544.jpg
Tribunnews
Imam Masykur, pemuda Aceh yang diculik dan dibunuh oleh tiga anggota TNI.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pengacara Hotman Paris Hutapea menyinggung dugaan adanya sosok pengusaha di balik pembunuhan Iman Masykur, seorang warga Aceh, oleh tiga anggota TNI, yakni Praka HS, Praka J, dan Praka RM 

Menurut Hotman, pengusaha itu memerintahkan ketiganya untuk memeras Imam. Hotman mengatakan pemerasan itu sudah berlangsung lama.

Para pelaku diduga sengaja datang ke tempat penjual obat jenis G. Mereka kemudian memeras dan memukuli penjualnya, sama seperti yang dialami Imam.

"Jadi, diduga ada bosnya lagi di atas, katanya bosnya pengusaha. Jadi, kejadian sudah berlangsung lama," kata Hotman di Mapomdam Jaya, Selasa, (27/9/2023), dikutip dari Kompas.com.

Hotman mengatakan informasi itu diperolehnya dari masyarakat yang mengadu kepada firma hukumnya, yakni Hotman 911.

Kata dia, bos itu adalah seorang pengusaha swasta dan latar belakangnya bukan dari militer.

"Seorang pengusaha oknum swasta bukan dari militer, ini dialah yang mengoordinir ini," ujar Hotman.

"Jadi, diduga praktik memeras ini ke banyak tokoh, sudah berlangsung lama."

Baca: Terungkap Sisi Gelap 3 Prajurit TNI yang Bunuh Imam Masykur, Ternyata Sudah Lama Jadi Tukang Palak

Hotman kemudian meminta polisi menangkap sosok yang diduga menjadi aktor intelektual dalam kasus tersebut.

"Itu yang harusnya kami omongkan ke Mabes Polri atau Polda Metro Jaya agar dikembangkan ke penyidikan agar bosnya juga segera ditangkap."

Menurut pengacara kondang itu, para pelaku turut membawa surat palsu ketika menculik Imam.

"Iya, mereka membawa surat tugas palsu. Mereka (juga) bawa borgol, atribut palsu dan airsoft gun," katanya.

Hotman mengatakan turut hadir saat rekonstruksi atau reka ulang pembunuhan Imam

"Tadi sudah ikuti jalannya rekonstruksi dan para tersangka tidak membantah perbuatan mereka. Termasuk urutan kejadian," kata Hotman.

Baca: Hotman Paris Banyak Ditelepon Orang Tak Dikenal Mengaku Korban Selain Imam Masykur, Semua Ketakutan

Pelaku merencanakan pembunuhan

Hotman menyebut para pelaku sudah berencana membunuh korban setelah menculiknya.

Dalam adegan rekonstruksi, diperlihatkan bahwa ketiga anggota TNI itu sempat memeras ibu Imam, Fauziah (47), supaya menyediakan uang sebesar Rp50 Juta.

Apabila uang itu tidak tidak disiapkan, pelaku mengancam bakal membunuh korban.

"(Pelaku) beberapa kali menelpon ibu dari korban dan juga adik almarhum untuk menyiapkan uang Rp50 juta. Kalau tidak disiapkan, maka akan dihabisi nyawanya dan akan dibuang," ujar Hotman.

Fauziah sempat berusaha mencari uang yang diminta. Namun, negosiasi itu buntu karena uang tidak mencukupi.

"Akhirnya kemudian menemui jalan buntu karena ibu almarhum di suatu desa tidak mungkin dapat uang Rp50 juta dalam waktu sangat singkat," paparnya.

Hotman mengatakan dalam reka ulang itu ada satu orang lagi yang berada di dalam mobil yang sama dengan Imam. Akan tetapi, Hotman tidak menjelaskan siapa korban lain itu.

Dia menyebut korban lainnya dilepas oleh pelaku di kawasan Cikeas dan selamat.

Baca: Eks Kepala BAIS TNI Jenderal Soleman Klaim Punya Data Besar Sindikat Imam Masykur: Ada Bos Asal Aceh

Praka RM atau Riswandi Manik, Praka J, dan Praka HS (dari kiri ke kanan), tiga anggota TNI tersangka penculik dan pembunuh warga Aceh, Imam Masykur.
Praka RM atau Riswandi Manik, Praka J, dan Praka HS (dari kiri ke kanan), tiga anggota TNI tersangka penculik dan pembunuh warga Aceh, Imam Masykur. (Dok. TNI)

"Ada dua dari rekonstruksi korban yakni korban satu dan korban dua. korban satu meninggal (Imam), dan korban dua pelaku sudah panik akhirnya digebukin dan dilepas."

"Tinggal korban satu yang sudah dalam keadaan tangan dingin dan tak bernyawa akhirnya dibuang di daerah Jatiluhur," katanya.

Pelaku cari korban secara acak

Hotman berujar bahwa Praka HS, Praka J, dan Praka RM berkeliling mencari penjual obat daftar G secara acak untuk diculik dan diperas.

Obat daftar G adalah obat keras yang hanya bisa dibeli dengan resep dokter. Akan tetapi, ada banyak penjual yang memperdagangkan obat golongan itu secara ilegal.

"Intinya bahwa yang terjadi pemerasan mereka berkeliling ke toko yang menjual obat daftar G, dan kalau pemilik toko tidak menyediakan (uang tebusan), mereka aniaya," ujar Hotman.

"Dan ada yang sudah menebus."

Para pelaku menculik Imam dari toko obatnya yang terletak di Rempoa, Ciputat, Tangerang Selatan.

Imam kemudian disiksa hingga tewas. Jasadnya ditemukan di sebuah sungai di Karawang, Jawa Barat.

Baca: Pantas Eks Danpaspampres Letjen Nono Sebut Kasus 3 TNI Bunuh Imam Masykur Janggal, Terkuak Sebabnya

Ada enam tersangka dalam kasus penganiayaan Imam Masykur. Mereka adalah Praka HS dari Direktorat Topografi Angkatan Darat (Dirtopad), Praka J dari Kodam Iskandar Muda Aceh, dan Praka RM dari satuan Paspampres.

Kemudian, ada tiga warga sipil, yakni AM dan Heri, dua orang yang menjadi penadah hasil kejahatan para pelaku, dan MS, kakak ipar Praka RM.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang kasus Imam Masykur di sini.





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved