Nadiem Makarim Segera Bentuk Tim untuk Mendata Artefak dan Benda Bersejarah di Museum Nasional

Tim tersebut akan diisi oleh pakar-pakar museum hingga aparat kepolisian untuk memastikan bahwa benda-benda tersebut bisa dicatat apa kerusakannya


zoom-inlihat foto
Menteri-Pen3.jpg
Tribunnews.com/Ibriza Fasti Ifhami
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim mengunjungi lokasi kebakaran Museum Nasional di Jakarta pada Minggu (17/9/2023) dini hari.


Petugas sekuriti yang tengah apel langsung melakukan pengecekan dan melihat api sudah membesar.

Kemudian, petugas langsung menghubungi petugas damkar.

Sebanyak 56 petugas damkar dan 14 unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.

"Pukul 21.47 WIB, api berhasil di lokalisir dan petugas damkar sudah melakukan pendinginan," kata Isnawa.

Museum Nasional atau Museum Gajah, Gambir, Jakarta Pusat kebakaran, Sabtu (16/9/2023).
Museum Nasional atau Museum Gajah, Gambir, Jakarta Pusat kebakaran, Sabtu (16/9/2023). (Dok Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat)

 

Baca: Dicap Pengkhianat Oleh Demokrat, Respon Anies Baswedan: Kita Ingin Indonesia Adil dan Lebih Maju

Hanguskan 4 Ruang Penyimpanan Benda Bersejarah

Akibat insiden ini, sebanyak 4 ruangan tempat penyimpanan benda bersejarah pada Gedung A Prasejarah hangus terbakar.

4 ruang yang terbakar tersebut yakni 2 ruangan di sayap sebelah kanan dan 2 ruangan di bagian tengah.

"Kurang lebih ada sekitar 4 ruangan yang menyimpan barang - barang bersejarah," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Komarudin, di lokasi dikutip dari youTube Kompas TV, Sabtu malam.

4 langit-langit di ruangan tersebut, roboh karena memiliki bahan yang mudah terbakar.

Polisi saat ini tengah melakukan identifikasi barang-barang bersejarah tersebut.

Dalam proses identifikasi ini, kepolisian akan ditemani ahli untuk mengetahui nilai kerugian dari barang-barang bersejarah yang hangus terbakar.

"Tentu nanti setelah dinyatakan aman dari tim dari Damkar, baru identifikasi akan masuk tentu akan didampingi oleh para ahli."

"Tentu ahli yang lebih tahu nilai kerugian dari barang-barang," ujar Komarudin.

 

(TribunnewsWiki.com/Bangkit) Tribunnews.com/Milani Resti/Ibriza Fasti) (TribunnewsBogor.com) (TribunJakarta.com/Dionisius Arya)

 

 

 





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved