TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pegiat sosial bernama Waluyo Wasis Nugroho (35) diduga melempari pengamat politik Rocky Gerung dengan botol saat acara diskusi di Kopi Nuri, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), hari Jumat, (9/9/2023).
Botol itu tidak mengenai Rocky Gerung, tetapi mengenai pakar hukum tata negara Refly Harun yang turut hadir dalam acara itu.
Dikutip dari Tribun Sulbar, Waluyo Wasis adalah Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB).
Waluyo Wasis sering menggelar aksi unjuk rasa penolakan terhadap Rocky Gerung.
Pada hari Jumat, (4/8/2023), dia melaporkan Rocky Gerung dan Refly Harun kepada Polda DIY atas dugaan kasus penyebaran berita bohong atau hoaks.
Dalam laporan itu, disampaikan adanya keberatan atas pernyataan Rocky yang dianggap menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Laporan tersebut juga mencantumkan keberatan atas ucapan Rocky Gerung yang disinyalir menghina Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
Baca: Setelah Dilabrak Kader PDIP, Rocky Gerung Ditolak Jadi Pembicara & Dilempari Botol
Menurut dokumen yang diunggah di akun Instagram PNIB, @pnib_official, Waluyo Wasis Wal dikenal sebagai seorang aktivis dan bekerja sebagai karyawan swasta. Dia disebut lahir di Magelang, Jawa Tengah.
Pria yang akrab disapa dengan panggial Gus Wal itu juga dikabarkan pernah melaporkan Maaher ath thuwalaibi dan Khilafatul Muslimin.
Waluyo memiliki akun Instagram @waluyo_wasis_nugroho dan kerap mengunggah konten yang berisi informasi tentang penolakan atas kehadiran Rocky. Sejumlah berita tentang penolakan itu turut menghiasi akun Instagram itu.
Ada juga unggahan yang memperlihatkan Waluyo dan rekannya menggelar protes di jalan. Mereka membawa spanduk dengan tulisan 'Yogyakarta kota pelajar, budaya bermartabat tolak dan usir Rocky Gerung & Refly Harun, penghina Presiden, penghancur kehormatan bangsa & perusak moralitas anak bangsa".
Baca: Bacaleg PDIP Noviana Kurniati Ungkap Alasan Melabrak Rocky Gerung, Bukan karena Perintah Partai
Kronologi pelemparan
Acara diskusi di Sleman itu membahas topik "Masa Depan Demokrasi di Tengah Derasnya Arus Korupsi".
Meski mendapat penolakan, acara itu terus berlanjut dan para pembicara menyampaikan materi di depan para mahasiswa.
Kemudian, sebuah botol dilempar ke arah Rocky Gerung, tetapi mengenai leher Refly yang duduk di samping Rocky. Botol itu diduga dilempar oleh Waluyo.
Refly Harun kemudian meminta polisi untuk mengamankan kondisi. Situasi sempat kacau dan nyaris terjadi keributan.
Akan tetapi, acara terus dilanjutkan dan rampung sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah itu, Rocky dan para pemateri meninggalkan lokasi dengan dikawal polisi.
Baca: Terungkap Identitas Wanita yang Labrak Rocky Gerung, Ternyata Wasekjen Solidaritas Merah Putih
Tanggapan Rocky
Menurut Rocky, awalnya muncul teriakan dan tantangan ketika dia akan menyampaikan materi.
Alumnus Universitas Indonesia itu kemudian meminta massa mendengarkan terlebih dahulu materi yang disampaikannya.