Ia mengungkap, setidaknya ada minimal 60 toko yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya yang menjual obat ilegal itu dan semuanya dikelola oleh warga yang berasal dari Aceh.
"Data yang saya punya itu cukup besar. Jadi diperkirakan minimal 60 toko tersebar di seluruh Jakarta. Ini sindikatnya orang Aceh semua yang ini," kata Laksda Soleman.
Mantan Asisten Pengamanan Kepala Staf Angkatan Laut (Aspam Kasal) itu mengungkap ada peran seorang bos besar dalam cara kerja para sindikat jaringan penjual obat ilegal ini di Jakarta.
Dijelaskan Soleman, mereka merekrut perantau asal Aceh yang mengalami kesulitan ekonomi.
Setelah itu, para perantau ditawarkan untuk menjual obat ilegal hingga akhirnya mereka terjerat dalam sistem itu.
Apabila sudah masuk pada sistem tersebut, di sinilah peran oknum tentara seperti Praka Riswandi cs menjadi tukang tagih jika mereka tidak memberika setoran dari hasil penjualan.
"Kalau sudah masuk di sistem itu, penagihan inilah yang menyangkut si tentara ini menjadi tukang tagih, kalau yang penjual ini tidak mau membayar," pungkas Laksda Soleman.
(tribunnewswiki.com/kompas.com)
Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini