Dijelaskan Soleman, mereka merekrut perantau asal Aceh yang mengalami kesulitan ekonomi.
Baca: SOSOK Praka Riswandi Manik, Anggota Paspampres Bunuh Imam Masykur Warga Aceh, Terancam Hukuman Mati
Setelah itu, para perantau ditawarkan untuk menjual obat ilegal hingga akhirnya mereka terjerat dalam sistem itu.
Apabila sudah masuk pada sistem tersebut, di sinilah peran oknum tentara seperti Praka Riswandi cs menjadi tukang tagih jika mereka tidak memberika setoran dari hasil penjualan.
"Kalau sudah masuk di sistem itu, penagihan inilah yang menyangkut si tentara ini menjadi tukang tagih, kalau yang penjual ini tidak mau membayar," pungkas Laksda Soleman.
Sosok dan Biodata Laksda Soleman Ponto
Laksda Soleman Ponto merupakan seorang purnawirawan perwira tinggi (Pati) TNI Angkatan Laut (AL).
Sepanjang kariernya, ia sudah pernah menjabat sebagai Kepala BAIS TNI.
Selain itu, Soleman juga sempat menduduki posisi sebagai Aspam Kasal.
Laksda Soleman lahir di Tahuna, Sulawesi Utara, pada tanggal 6 November 1955.
Baca: Bukan Orang Sembarangan, Yuni Mauliza Pacar Imam Masykur Korban Paspampres Ternyata Caleg di Aceh
Ia merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) tahun 1978.
Sejumlah pendidikan militer yang pernah ditempuhnya antara lain Diklapa (1990), Dik Sperspa (1990), Seskoal Angkatan-31 (1994), Lemhanas PPSA XVI RI (2009), Sus NBCD (1989), Sus Athan RI (1994), Sus Bahasa Inggris (1999), Militair Parachutist (2002), Civil Military Response To Terorism (2004).
Nama lengkapnya adalah Laksda TNI (Purn) Soleman B. Pont, S.T., M.H.
Karier Soleman juga sudah malang melintang di dalam kemiliteran tanah air.
Berbagai jabatan strategis di institusi TNI AL sudah pernah diembannya.
Ia tercatat pernah menjabat sebagai Padiv KRI Yos Armada, Padiv Kawah ABK TCL Armada, Padiv Elektronika KRI MKT-331 Satkor Armatim, Kadepsin KRI TKL-813 Satrol Armatim, Diklapa-II Denmako Makoarma Armatim, dan Kadepsin KRI SNA (Singa) Satkat Armatim.
Selain itu, Soleman juga sempat menduduki posisi sebagai Kadepsin KRI KRS (Keris-624) Armatim, Dik Seskoal DPB Denmako Makoarma Armatim, Kadepsin KRI BDK (Badik-623) Satkat Armatim, Kadepsin KRI HSN (Hasanudin-333) Satkor Armatim, dan Sus Athan RI DPB Denmako Makoarma Armatim.
Tak sampai di situ, ia juga pernah menjabat sebagai As Athan RI Ur laut di New Delhi/India, Paban Utama B-2 Dit B BAIS TNI, Athan RI di Den Haag Belanda, dan Pamen Mabes TNI.
Kariernya makin cemerlang setelah didapuk sebagai Paban Utama B-6 Dit B BAIS TNI.
Usai menduduki posisi tersebut, ia sempat diamanahkan untuk menjabat sebagai Waaspam Kasal.
Ia juga sudah pernah mengisi kursi jabatan sebagai Aspam Kasal.