Yuni menyebut bahwa Imam telah berjanji akan menemui keluarga sang kekasih untuk membawa hubungan mereka ke jenjang serius.
Baca: SOSOK Praka Riswandi Manik, Anggota Paspampres Bunuh Imam Masykur Warga Aceh, Terancam Hukuman Mati
Akan tetapi janji tersebut kini tak dapat ditepati karena kematian tragis Imam Masykur yang tewas diduga dianiaya oknum Paspampres.
"Semoga keadilan tetap berpihak padamu dengan seadil2nya hukum dinegara ini padahal rencana terakhirmu sungguh baik 'Tunggu aku pulang puasa ini untuk bertemu orang tuamu' tapi lain lagi rencana Tuhan kita tidak dijodohkan didunia ini kita hanya dipertemukan saja. Doa terbaik menyertaimu, kamu diperlakukan bagaikan nyawa tidak berharga sama sekali bagi mereka, dengan tanpa disadari jalan mu ke surga sudah ditunjukkan oleh mereka yang tidak layaknya disebut manusia," pungkas Yuni.
Meskipun merasa ikhlas, Yuni Mauliza dengan tangisnya masih tak menyangka jika Imam Masykur tewas dengan tragis.
Hingga hal tersebut membuat Yuni Mauliza memberikan salm terakhir kepada kekasihnya tersebut.
"Selamat jalan sayang, Surga menantimu Allah lebih menyayagimu kamu sudah tenang tidak ada lagi yang menyakitimu," ujarnya.
Selain itu Yuni Mauliza juga berharap agar kasus kematian Imam Masykur mendapatkan keadilan.
"Semoga keadilan dinegara ini berpihak pada kita," sambungnya.
Baca: Jadwal Siaran TV Indonesia vs Turkmenistan FIFA Matchday September 2023, Ini Daftar 24 Pemain Garuda
Tak berhenti disitu saja, Yuni Mauliza turut memberikan pesan haru perpisahannya dengan Imam Masykur.
Ia mengaku tak menyangka jika kekasihnya akan pergi dengan sangat cepat.
Namun Yuni Mauliza mengaku bahwa dirinya telah mengikhlaskan kepergian sang kekasih, Imam Masykur.
"Terima ga terima tetap harus ikhlas, pergi mu begitu cepat sayang. Tugasmu disini sudah selesai sayang, kamu sudah tenang, Allah lebih menyayagimu, sekarang kita pulang negara ini sungguh kejam untukmu syg," jelasnya.
Imam Masykur Diculik dan Dibunuh
Diberitakan sebelumnya, Imam Masykur ditemukan meninggal dunia setelah diculik dan dianiaya oleh Praka Riswandi Manik.
Imam Masykur diculik oleh Riswandi Manik pada Sabtu, 12 Agustus 2023, di sebuah toko kosmetik di Rempoa, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten.
Jenazah Imam Masykur ditemukan di sungai Cibogo, Karawang, Jawa Barat (Jabar), pada Jumat, 18 Agustus 2023.
Dalam kasus ini, Praka Riswandi Manik tidak menjalankan aksinya sendirian.
Ia dibantu oleh dua oknum anggota TNI berinisial Praka J dan Praka HS, dan tiga warga sipil yang salah satunya adalah kakak ipar dari Praka RM.
Para oknum anggota TNI tersebut semuanya berasal dari Aceh.
Korban yang diculik pun ternyata tidak hanya Imam Masykur.