Pengacara kondang itu juga menanti konfirmasi dan kabar dari Panglima TNI terkait pertemuan tersebut.
"Mohon kabar dari bapak Panglima TNI, salam Hotman Paris," pungkasnya.
Baca: KANDAS Rencana Yuni Mauliza Nikah dengan Imam Masykur Warga Aceh Dibunuh Paspampres: Kita Tak Jodoh
6 Orang Tersangka
Dalam kasus ini, Praka Riswandi Manik tidak menjalankan aksinya sendirian.
Ia dibantu oleh dua oknum anggota TNI berinisial Praka J dan Praka HS, dan tiga warga sipil yang salah satunya adalah kakak ipar dari Praka RM.
Para oknum anggota TNI tersebut semuanya berasal dari Aceh.
Korban yang diculik pun ternyata tidak hanya Imam Masykur.
Ada satu orang lagi yang diculik oleh Praka RM cs, tetapi kemudian dilepas oleh mereka.
Motif utama Praka Riswandi dan kawan-kawannya menculik dan menyiksa Imam Masykur adalah demi mendapat keuntungan.
Ketiga prajurit TNI itu sudah mengetahui bahwa Imam Masykur menjual obat-obatan ilegal.
Karena tahu Imam Maskur menjual obat-obatan terlarang, mereka kemudian menculik dan memeras korban.
Praka RM, J, dan HS mengaku menjadi polisi sehingga bisa menculik dan memeras Imam.
"Dia sudah mengetahui kalau kelompok ini penjual obat-obatan itu, dan kalau dia diculik, diperas, dia cenderung tidak lapor dengan kepolisian," kata Danpomdam Jaya Kolonel CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar.
"Jadi pura-pura jadi polisi bodong, tangkap, terus meminta sejumlah uang buat ditebus," imbuhnya.
Kolonel Irsyad menilai, penculikan dan penyiksaan terhadap korban itu kelewatan sehingga menyebabkan korban tewas.
"Namun pelaksanaannya mungkin kelewatan sehingga menyebabkan meninggal itu aja simpel," papar dia.
Jenazah Imam Masykur ditemukan warga di Sungai Citarum, tepatnya di Bendungan POJ Curug, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang.
RSUD Karawang menerima jenazah dari Polres Karawang pada 15 Agustus 2023 dan kemudian diserahkan ke Polda Metro Jaya dan Pomdam Jaya pada 22 Agustus 2023.
(tribunnewswiki.com/serambinews)
Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini