TRIBUNNEWSWIKI.COM - Partai Amanat Nasional (PAN) enggan kalah untuk ketiga kalinya secara berturut-turut dalam pemilihan presiden (pilpres).
Kali ini dalam Pilpres 2024 PAN akan mendukung calon presiden (capres) yang punya potensi besar untuk menang,
"PAN harus menang dalam pemilu 2024 karena PAN sudah dua kali mengalami kekalahan," kata Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi di Jalan Buncit Raya, Jakarta Selatan, Senin, (7/8/2023), dikutip dari Tribunnews.
Adapun dalam dua pilpres sebelumnya, yakni tahun 2014 dan 2019, PAN menuai kekalahan.
Dalam Pilpres 2014 PAN mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Pasangan ini dikalahkan oleh pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla.
Lima tahun kemudian PAN kembali mengusung Prabowo yang saat itu berduet dengan Sandiaga Uno. Namun, sekali lagi Prabowo dikalahkan oleh Jokowi yang berpasangan dengan Ma'ruf Amin.
Oleh karena itu, demi meraih kemenangan pada pilpres tahun depan, PAN terus mendengar prediksi capres yang punya kemungkinan besar untuk menang.
"Kan sekarang masih dalam proses cocoklogi, prediksi, ramalan-ramalan dan itu menjadi bahan pertimbangan kami. Intinya PAN akan berkoalisi dengan partai pemerintah," kata Viva.
"Nah prediksi untuk itu adalah pasangan calon yang memiliki tren kenaikan elektabilitas yang cenderung naik dan kita melihat realitas sosial di lapangan itu kita padukan."
Baca: Enggan Kalah Pilpres 3 Kali Berturut-turut, PAN Berembuk dengan Golkar Perihal Nama Capres
Hingga saat ini PAN belum menyatakan arah dukungannya. Partai itu menganggap masih ada cukup waktu.
"Toh pintu KPU akan dibuka pada 19 Oktober 2023. Masih ada waktu yang lumayan masih longgar. Nanti akan diputuskan oleh Bang Zulkifli Hasan. Ikan sepat, ikan gabus, makin cepat, makin bagus."
Tak akan dukung Anies
Meski belum mendeklarasikan sosok capres yang didukungnya, PAN mengatakan bakal menutup pintu koalisi bersama partai yang mendukung Anies Baswedan menjadi capres.
Sikap PAN itu sama dengan Partai Golkar. Partai yang dipimpin oleh Zulkifli Hasan itu akan berkoalisi dengan partai pendukung pemerintah.
"Sama (sikap dengan Golkar). Kan dari awal saya mengatakan bahwa PAN akan berkoalisi dengan partai pemerintah," kata Viva.
Viva mengatakan tak akan bergabung dengan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang mengusung Anies. Dia menyebut pihaknya akan bergabung koalisi Partai Gerindra atau Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
"PAN akan berkoalisi dengan partai pemerintah. Seperti itulah."
Baca: Sebut Prabowo 2 Kali Kalah Pilpres karena Salah Pilih Cawapres, PKB Minta Dia Pilih Tokoh NU
Sebelumnya, Viva berujar bahwa pihaknya bakal berdiskusi dengan Golkar yang hingga kini juga belum menyatakan sosok capres yang didukungnya.
"PAN berkeinginan agar seiring sejalan, satu pilihan dan satu perjuangan dengan Golkar di Pilpres 2024 ini," kata Viva kepada awak media hari Selasa, (4/7/2023), dikutip dari Tribunnews.
Adapun mengenai kemungkinan partainya bergabung dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIB), Viva menyatakan PAN kini dekat dengan Gerindra dan Prabowo Subianto yang diusung oleh KKIB sebagai capres.