"Membayangkan, berimajinasi tidak dilarang," kata dia.
Baca: Budiman Sudjatmiko Tak Dukung Ganjar dan Pilih Prabowo: Indonesia Butuh Kepemimpinan yang Strategik
PKS & Demokrat menolak
Berbeda dengan Nasdem, Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera memilih menolak gagasan duet Ganjar dan Anies.
Menurut Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid, pihaknya tidak tergoda oleh wacana itu lantaran memilih mendukung Anies sebagai capres.
"PKS tidak tergoda untuk menjadikan Pak Anies hanya sebagai cawapres. Kita menginginkan Beliau sebagai capres untuk menghadirkan perubahan untuk bisa lebih baik," kata Hidayat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa.
Kata dia, siapa pun bisa menyampaikan wacana tentang pasangan capres dan cawapres. Akan tetapi, dia menegaskan bahwa PKS, Demokrat, dan Nasdem sudah masuk dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang berkomitmen mengusung Anies sebagai capres.
Hanya saja, dia mengingatkan bahwa PKS, Demokrat, dan Nasdem sudah berkomitmen untuk menjadikan Anies sebagai capres.
"Aneh saja kalau PKS mewacanakan itu. Keputusan Majelis Syura adalah mendukung Pak Anies menjadi calon presiden, bukan calon wakil presiden," ujar dia.
Baca: Meski Dikeroyok, Ganjar Disebut Masih Mungkin Menang Pilpres, Pengamat Ungkap Syaratnya
Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan Anies menjadi simbol perubahan yang dimpikan oleh publik.
"Kami memiliki semangat memperjuangkan perubahan dan perbaikan untuk Indonesia yang lebih baik, dan melihat Mas Anies ini sebagai sosok atau simbol perubahan yang pantas dan pas untuk mewakili masyarakat yang menginginkan perubahan dan perbaikan," kata Herzaky.
PDIP bayangkan Ganjar & Anies bersatu
Sebelumnya, Ketua DPP PDI-P Said Abdullah partainya enggan tak mau meremehkan Anies meski Ganjar menang dalam skema head to head melawan Anies menurut Litbang Kompas.
Said menyebut Anies dan Ganjar sebagai dua sosok yang cerdas.
"Bagi kami, Anies Baswedan bukan kompetitor yang patut diremehkan. Beliau dengan Ganjar adalah sosok calon pemimpin yang cerdas," kata Said, Senin, (21/8/2023), dikutip dari Kompas.com.
Kata Said, Ganjar dan Anies sama-sama jebolan Universitas Gadjah Mada (UGM) sehingga Said membayangkan kedua orang itu bersatu dalam pilpres tahun depan.
"Apalagi jika keduanya bisa bergabung menjadi satu kekuatan. Tentu akan makin bagus buat masa depan kepemimpinan nasional kita ke depan, sama-sama masih muda, cerdas, dan energik."
Baca: Koalisi Prabowo Besar, Ganjar Dikeroyok, PDIP: Justru Munculkan Solidaritas Rakyat Bantu Ganjar
Menurut dia, partai berlambang banteng enggen jemawa kendati bakal capres yang diusungnya unggul atas Anies. Dia menyebut pihaknya terus bekerja keras demi mengambil hati rakyat di negeri ini.
"Kami akan terus bekerja keras mengambil hati rakyat, mengajak kompetisi sehat dengan beradu rekam jejak, dan gagasan, bukan hanya gimik. Walaupun unggul dengan Mas Anies, kami tidak merasa jemawa."
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Pilpres 2024 di sini.