Ngeri, Perawat Bunuh 7 Bayi Tak Bersalah, Akui Tak Pantas Hidup: Saya Sengaja Bunuh Mereka

Seorang perawat di Inggris dinyatakan bersalah membunuh tujuh bayi dan berusaha membunuh enam bayi lainnya di rumah sakit tempat dia bekerja.


zoom-inlihat foto
Lucy-Letby.jpg
CHESHIRE CONSTABULARY / AFP
Gambar selebaran yang diambil dari rekaman bodycam polisi yang dirilis oleh kepolisian Cheshire Constabulary di Manchester pada 17 Agustus 2023, menunjukkan perawat Lucy Letby ditangkap di rumahnya di Chester pada 3 Juli 2018. Lucy Letby pada 18 Agustus 2023, dinyatakan bersalah membunuh tujuh bayi yang baru lahir dan mencoba membunuh enam lainnya di unit neonatal rumah sakit tempat dia bekerja, menjadi pembunuh anak-anak paling produktif di Inggris. Letby, 33 -- diadili sejak Oktober 2022 -- dituduh menyuntik korban mudanya, yang sakit atau lahir prematur, dengan udara, memberi mereka susu berlebihan dan meracuni mereka dengan insulin.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang perawat di Inggris dinyatakan bersalah membunuh tujuh bayi dan berusaha membunuh enam bayi lainnya di rumah sakit tempat dia bekerja.

Tindakan itu menjadikannya pembunuh berantai bayi terburuk di Inggris belakangan ini.

Adalah Lucy Letby (33), seorang perawat yang melukai bayi-bayi yang dirawatnya dengan menyuntikkan udara ke dalam darah dan perut mereka.

Dikutip TribunnewsWiki dari CNN World, Sabtu, 19 Agustus 2023, Lucy Letby juga memberi susu kepada bayi-bayi tersebut secara berlebihan, menyerang mereka secara fisik dan meracuni mereka dengan insulin, kata Pengadilan Mahkota Manchester di Inggris utara.

Menurut laporan kantor berita PA Media Inggris, dalam satu kasus, Letby membunuh seorang bayi laki-laki, yang diidentifikasi sebagai Anak E, dengan memasukkan udara ke dalam aliran darahnya.

Keesokan harinya, dia berusaha membunuh saudara kembarnya, Anak F, dengan meracuni dia dengan insulin.

Perintah pengadilan melindungi identitas anak-anak yang terlibat dalam tuduhan terhadap Letby, termasuk mereka yang meninggal dan selamat di bawah asuhannya.

Baca: Pantas Pegawai Pajak Gaji Rp15 Juta Ini Resign dari PNS & Pilih Usaha Geprek, Tekanan Kerja Tinggi?

Polisi menemukan banyak catatan tulisan tangan saat menggeledah rumah Letby selama penyelidikan mereka, termasuk yang berbunyi: "Saya jahat, saya melakukan ini."

Dia diam-diam menyerang 13 bayi di bangsal neonatal di rumah sakit Countess of Chester antara 2015 dan 2016, kata Layanan Penuntutan Kerajaan Inggris (CPS) dalam sebuah pernyataan.

Niatnya adalah untuk membunuh bayi-bayi itu sambil menipu rekan-rekannya agar percaya bahwa ada penyebab kematian yang wajar, kata jaksa penuntut.

Pascale Jones dari CPS menyebut tindakan Letby sebagai pengkhianatan total atas kepercayaan yang diberikan padanya.

"Lucy Letby berusaha menipu rekan-rekannya dan menganggap kerugian yang dia sebabkan tidak lebih dari memperburuk kerentanan setiap bayi yang ada," katanya.

"Di tangannya, zat yang tidak berbahaya seperti udara, susu, cairan – atau obat seperti insulin – akan menjadi mematikan."

"Dia memutarbalikkan pembelajarannya dan mempersenjatai keahliannya untuk menimbulkan bahaya, kesedihan, dan kematian."

Baca: Prediksi Skor & Susunan Pemain Nashville vs Inter Miami di Final Piala Liga, Tayang Live di TV Ini

"Keluarga korban mengatakan mereka mungkin tidak pernah benar-benar tahu mengapa ini terjadi."

"Kehilangan bayi adalah pengalaman yang memilukan yang tidak harus dialami oleh orang tua," kata pernyataan bersama.

"Tetapi kehilangan bayi atau memiliki bayi yang terluka dalam keadaan khusus ini tidak terbayangkan," tambah pernyataan itu.

Pada tahun 2018 dan 2019, Letby ditangkap dua kali oleh polisi sehubungan dengan penyelidikan mereka, kata PA.

Dia ditangkap lagi pada November 2020.

Pihak berwenang menemukan catatan yang ditulis Letby selama penggeledahan alamatnya.





Halaman
123
Penulis: Rakli Almughni
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved